Luhut dan Jusuf Kalla Ikut Hadiri Rujuk Golkar di Slipi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jusuf Kalla dimintai keterangan saat keluar dari pintu Rutan gedung KPK, Jakarta, (27/6) Kedatangan politisi partai Golkar tersebut untuk menjenguk Gubernur Riau Rusli Zainal yang ditahan di Rutan KPK dalam kasus proyek PON Riau. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jusuf Kalla dimintai keterangan saat keluar dari pintu Rutan gedung KPK, Jakarta, (27/6) Kedatangan politisi partai Golkar tersebut untuk menjenguk Gubernur Riau Rusli Zainal yang ditahan di Rutan KPK dalam kasus proyek PON Riau. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan -- dua politikus senior Partai Golkar terlihat datang menghadiri Silaturahmi Nasional di Kantor DPP Golkar, Slipi, Minggu 1 November 2015 malam.

    Keduanya duduk di barisan depan dan disapa Tantowi Yahya, yang ditunjuk panitia membuka acara Silaturahmi Nasional. "Dari yang paling junior, sampai yang paling senior hadir di sini. Ada Wakil Presiden kita Pak Jusuf Kalla, dan Menkopolhukam Pak Luhut Binsar Pandjaitan," kata Tantowi Yahya .

    Menurut Tantowi acara ini adalah bukti nyata persatuan kader Golkar se-Indonesia. "Ini yang hadir adalah wajah-wajah optimis," jelas Tantowi.

    Tantowi  mengatakan dengan persatuan Golkar, akan kian kuat menyongsong kontestasi Pemilu di masa-masa mendatang.

    Para politisi senior seperti Agung Laksono, Agus Gumiwang Kartasasmita, Idrus Marham, Titiek Soeharto, Nurdin Halid, Tantowi Yahya, Fadel Muhammad, Setya Novanto, Fahmi Idris, Priyo Budi Santoso, Leo Nababan, Yorrys Raweyai, Popong Otje Djundjunan, Siti Hardijanti Rukmana, dan Nurul Arifin telah hadir pada acara ini.

    Salah satu penggagas acara, Nurdin Halid, mengharapkan acara ini membuat perbedaan selama sebelas bulan segera hilang. "Mulai malam ini Golkar adalah satu. Putusan MA kemenangan kita semua," kata Nurdin.

    Sementara Yorrys Raweyai, yang juga penggagas acara ini, menyatakan 1 November 2015 adalah hari penting dalam sejarah Golkar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.