Begini Detik-detik Penyerangan Rumah Rekan Salim Kancil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Tunggal Roso melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim Kancil di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, 28 September 2015. ANTARA FOTO

    Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Tunggal Roso melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim Kancil di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, 28 September 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Lumajang - Rumah Hamid, rekan Salim Kancil dan Tosan, warga Desa Selok Awar-awar, dilempari batu, Sabtu, 31 Oktober 2015. Akibat lemparan batu tersebut mengakibatkan kaca depan rumah rusak parah.

    Hamid menceritakan kronologi kejadian saat penyerangan tersebut. Saat itu, Hamid mengaku belum lama menginjak rumahnya sepulang dari rumah Iksan. Tiba-tiba seorang pemuda mendatangi rumahnya, Sabtu, 31 Oktober 2015 sekitar pukul 09.50 WIB. Dengan gaya sok jagoan, pemuda itu langsung merobohkan sepeda motor Yamaha RX King yang sebelumnya menarik gas motornya sekencang-kencangnya.

    Pemuda tersebut adalah Iwan, 21 tahun, warga Dusun Krajan I, Desa Selok Awar-awar. Iwan adalah adik salah satu tersangka dari 37 orang yang diamankan terkait dengan tragedi di Desa Selok Awar-awar pada 26 September 2015. Dia mendatangai Hamid karena kecewa tak bisa lagi bekerja di tambang pasir.

    Sambil membawa batu, Iwan kemudian mendekati rumah Hamid dan berteriak, "Keluar Pak Hamid, sampeyan keluar, kubunuh kamu," ujar Iwan dengan lantang.

    Usai berteriak, Iwan melempar batu ke jendela. Jendela kaca depan rumah Hamid hancur berantakan. "Saya diseret-seret istri agar tidak meladeni Iwan ini," kata Hamid.

    Hamid sebenarnya sudah bersiap ketika sewaktu-waktu diserang. Ada tongkat kayu untuk membela diri ketika diserang. "Saya sudah bersiap kalau memang dia masuk rumah," ujarnya.

    Kejadian ini diketahui aparat polisi yang memergoki pelaku hendak kabur dengan sepeda motornya. Iwan terjatuh lantaran motornya ditabrak polisi. Setelah ditabrak jatuh, Iwan mencoba kabur. Tak lama kemudian polisi berhasil menangkap Iwan.

    Ihwal kejadian tersebut, Hamid mengatakan istrinya memberitahu kalau ada pemuda naik motor dan memainkan gas motornya berulang-ulang di depan rumah.

    Karena itulah kemudian Hamid pulang ke rumah. Setelah pulang ke rumah, bolak-balik Iwan lewat depan rumahnya. Saat kejadian, di rumah hanya ada Hamid, istrinya dan ibu Hamid. Menurut Hamid, pelaku seperti hendak memancing kemarahannya. "Tetapi saya tidak terpancing," ujar Hamid.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Baca juga:

    Mourinho Hancur, Van Gaal Membosankan: Kini  Giliran Klopp
    Dihabisi Liverpool: Inilah 3 Hal yang Bikin Mourinho Hancur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.