BMKG Masih Temukan 27 Titik Panas di Kalimantan Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Sungai Kahayan yang berselimut kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menemukan bahwa dari Januari hingga September 2015, ada 16.334 titik panas (berdasarkan LAPAN) atau 24.086 (berdasarkan NASA FIRM) yang tersebar di lima provinsi yaitu Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Riau. ANTARA/Rosa Panggabean

    Suasana Sungai Kahayan yang berselimut kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menemukan bahwa dari Januari hingga September 2015, ada 16.334 titik panas (berdasarkan LAPAN) atau 24.086 (berdasarkan NASA FIRM) yang tersebar di lima provinsi yaitu Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Riau. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Dalam sehari, pergerakan sebaran titik panas di Kalimantan Selatan masih fluktuatif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandara Syamsudin Noor menyatakan, sebaran titik panas di Kalimantan Selatan pada Minggu pagi, 1 November 2015, terpantau kosong.

    Sementara pada Minggu sore, pukul 17.00 Wita, titik panas di Kalimantan Selatan melonjak ke angka 27. Titik panas tersebar di Kabupaten Kotabaru 8 titik, Tanah Laut 5 titik, dan Balangan 4 titik panas. Kepala BMKG Syamsudin Noor, Ibnu Sulistyono, mengatakan hasil nol titik panas bukan jaminan bahwa kobaran api tidak lagi.

    Menurut dia, tangkapan Satelit Terra dan Aqua memiliki tingkat kepercayaan di atas 50 persen. “Artinya bisa jadi masih ditemukan titik api di bawah permukaan tanah atau apinya belum muncul ke permukaan,” ujar Ibnu kepada Tempo, Minggu, 1 November 2015.

    Terkait dengan curah hujan, ia melanjutkan, Kalimantan Selatan bagian barat dan utara sudah masuk musim penghujan pada dasarian pertama November. Ia memprediksi curah hujan berkisar 5-10 milimeter per hari dengan skala hujan menengah. Kota Banjarmasin dan sekitarnya memang sudah diguyur hujan sejak tiga hari terakhir. “Namun untuk sifat hujannya masih kategori bawah normal sampai normal,” Ibnu menambahkan.

    Hujan baru akan merata di Kalimantan Selatan pada dasarian kedua bulan ini. Adapun jika diakumulasikan sepanjang November, Ibnu memprediksi curah hujan sebanyak 100-300 milimeter per bulan.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.