Rumah Teman Salim Kancil Diserang, Begini Reaksi Gus Ipul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syaefullah Yusuf. TEMPO/Wisnnu Agung Prasetyo

    Syaefullah Yusuf. TEMPO/Wisnnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf mengatakan pelaku pelemparan rumah Hamid, teman Salim Kancil dan Tosan, telah ditangkap polisi. Salim, Tosan, dan Hamid adalah aktivis antitambang.

    "Penangkapan ini membuktikan tidak ada satu orang pun yang mampu mengintimidasi orang lain," ujar Syaifullah, sapaan Gus Ipul, kepada Tempo, Ahad, 1 November 2015.

    Gus Ipul melanjutkan langkah polisi sigap ini menjadi bukti perlindungan kepada aktivis antitambang. Apalagi kasus tambang yang ada di Lumajang menjadi perhatian di tingkat nasional maupun internasional.

    "Siapa pun yang melakukan teror ini akan mendapatkan hukuman sehingga akan merugikan diri sendiri," ujar Syaifullah.

    Gus Ipul berharap masyarakat Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terkait dengan kasus pembunuhan Salim Kancil maupun pelaku penambangan ilegal. Masyarakat juga diminta untuk percaya kepada polisi, bahwa polisi tidak main-main untuk melakukan pengusutan.

    Untuk mencegah peristiwa tersebut terulang, Gus Ipul sudah menghubungi Bupati Lumajang As'at Malik untuk tetap meningkatkan penjagaan di beberapa titik Desa Selok Awar-awar.

    "Sudah tetap dijaga, Pak Bupati sendiri sepakat untuk menjaga ketat," ujar Syaifullah.

    Rumah Hamid, warga Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, diserang hingga mengakibatkan jendela kaca depan pecah pada Sabtu, 31 Oktober 2015. Hamid adalah salah satu rekan Salim Kancil dan Tosan, yang getol menolak penambangan pasir di desanya.

    Menurut Kepala Kepolisian Sektor Pasirian Ajun Komisaris Eko Hari Suprapto, pelaku ini hanya ingin melampiaskan kemarahannya saja dengan melempar rumah Hamid.

    Pelaku pelemparan batu itu adalah Iwan, 21 tahun, warga Dusun Krajan I, Desa Selok Awar-awar. Iwan adalah adik salah satu tersangka dari 37 orang yang diamankan terkait dengan tragedi di Desa Selok Awar-awar pada 26 September 2015. "Tersangka ini jengkel tidak bisa kerja," kata Eko.

    EDWIN FAJERIAL

    Baca juga:

    Dihabisi Liverpool: Inilah 3 Hal yang Bikin Mourinho Hancur
    Duh Chelsea, 'The Sinking Bus': Mourinho Dipecat Pagi Ini?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.