Rumah Diserang, Rekan Salim Kancil Juga Diancam Akan Dibunuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Herwig Prammer

    REUTERS/Herwig Prammer

    TEMPO.CO, Lumajang - Rumah Hamid, warga Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, diserang hingga mengakibatkan jendela kaca depan pecah, Sabtu, 31 Oktober 2015. Hamid adalah salah satu rekan Salim Kancil dan Tosan, yang getol menolak penambangan pasir di desanya.

    "Saat ini, pelakunya sudah ditahan," kata Kepala Kepolisian Sektor Pasirian Ajun Komisaris Eko Hari Suprapto, Ahad, 1 November 2015.

    Menurut Eko, pelaku ini hanya ingin melampiaskan kemarahannya saja dengan melempar rumah Hamid. Pelaku pelemparan batu itu adalah Iwan, 21 tahun, warga Dusun Krajan I, Desa Selok Awar-awar. Iwan adalah adik salah satu tersangka dari 37 orang yang diamankan terkait dengan tragedi di Desa Selok Awar-awar pada 26 September 2015. "Tersangka ini jengkel tidak bisa kerja," kata Eko.

    Bagaimana kondisi Hamid? Dihubungi Tempo, Hamid mengatakan kondisinya baik-baik saja. "Aman-aman saja. Tapi rumah saya dijaga polisi," katanya. Hamid sempat menceritakan si pelaku sempat berteriak menyuruh saya keluar dan mau membunuh saya. "Rumah saya kemudian dilempar batu," kata Hamid.

    Pascakejadian pelemparan batu itu, Hamid dibawa ke Markas Polres Lumajang untuk diperiksa sebagai korban. Pelaku juga berhasil ditangkap. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang Ajun Komisaris Heri Sugiyono mengatakan pelaku pelemparan sudah menjadi tersangka dan ditahan di Polres Lumajang.

    "Pelaku ini masih bujangan," kata Heri. Motif pelemparan, sementara ini jengkel karena kakaknya ditahan. Pelaku juga baru pulang dari Bali. Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya sepeda motor RX King protolan warna kuning, sandal jepit, dan batu.

    Sementara itu, berdasarkan pantauan Tempo di Desa Selok Awar-awar, situasi desa setempat tampak seperti biasa saja. Toko, bengkel, dan warung masih buka. Jarang terlihat rumah dalam kondisi tertutup seperti beberapa hari pascatragedi Salim Kancil pada 26 September 2015.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Baca juga:

    Dihabisi Liverpool: Inilah 3 Hal yang Bikin Mourinho Hancur
    Duh Chelsea, 'The Sinking Bus': Mourinho Dipecat Pagi Ini?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.