Atasi Asap Kemenag Edarkan Seruan Salat Istisqa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, ketika menghadiri pelepasan secara resmi penerima beasiswa Program 5000 Doktor keluar negeri dan dalam negeri, di Kantor Kementerian Agama. Jakarta, 24 Agustus 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, ketika menghadiri pelepasan secara resmi penerima beasiswa Program 5000 Doktor keluar negeri dan dalam negeri, di Kantor Kementerian Agama. Jakarta, 24 Agustus 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama mengeluarkan surat edaran bagi kantor perwakilan dan madrasah di seluruh Indonesia untuk menunaikan salat istisqa. Langkah ini bertujuan agar lebih banyak warga yang berdoa demi penanganan kebakaran hutan dan lahan.

    "Pemerintah, dalam hal ini Kemenag, sudah membuat edaran di tiap kantor perwakilan dan seluruh madrasah untuk menunaikan salat istisqa," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebelum menjalankan salat istisqa di Masjid Istiqlal bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Minggu, 1 November 2015.

    Pagi ini, Wapres bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja menjalankan salat istisqa untuk meminta hujan di wilayah yang terdampak asap. "Pada 11 September lalu telah diselenggarakan salat istisqa. Ini kali kedua atas inisiatif Bapak Wapres," katanya.

    Lukman mengatakan Kalla meminta seluruh warga untuk kembali menyelenggarakan salat istisqa meski di beberapa tempat sudah turun hujan. Menurut dia, seluruh warga Indonesia harus berupaya melakukan sesuatu untuk mengatasi kekeringan dan asap yang mengganggu aktivitas para korban. "Semoga Allah SWT bisa kabulkan dan turunkan hujan, mudah-mudahan kehidupan kembali berjalan seperti sedia kala," katanya.

    Dalam salat Istisqa, Wapres didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja yaitu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yudi Chrisnandi. Ribuan warga ikut serta dalam salat yang dimulai pada pukul 07.00 itu.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.