Jumlah Titik Panas di Sumatera Meningkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau titik api melalui layar pemantau di Posko Kebakaran Lahan dan Hutan di Manggala Wanabakti, Jakarta, 22 September 2015. Pembakaran lahan secara ilegal ini telah mengakibatkan kebakaran hutan dan kabut asap di Riau dan Kalimantan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Petugas memantau titik api melalui layar pemantau di Posko Kebakaran Lahan dan Hutan di Manggala Wanabakti, Jakarta, 22 September 2015. Pembakaran lahan secara ilegal ini telah mengakibatkan kebakaran hutan dan kabut asap di Riau dan Kalimantan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Meski sebagian wilayah Sumatera diguyur hujan beberapa hari terakhir ini, namun titik panas di sejumlah wilayah pada hari ini justru meningkat. Jumlah yang terpantau pada pagi ini sebanyak 198 titik, padahal sebelumnya titik panas terpantau 130 titik.

    Sumatera Selatan masih menyumbang titik panas terbanyak mencapai 117 titik. "Titik panas terpantau pukul 05.00 pagi," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru, Sugarin Widayat, Minggu 1 November 2015.

    Menurut Sugarin, sejumlah titik panas juga muncul di Lampung yaitu mencapai 27 titik, disusul Jambi 20 titik, Sumatera Barat dua titik, Sumatera Utara satu titik dan Bengkulu satu titik. Sedangkan wilayah Riau terpantau lima titik panas yang tersebar di Indragiri Hulu dua titik dan Indragiri Hilir satu titik. "Tingkat kepercayaan di Riau di atas 70 persen atau tiga titik panas," ujarnya.

    Sugarin menjelaskan, secara umum kondisi cuaca wilayah Riau cerah berawan. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang masih terjadi hampir merata di seluruh wilayah Riau. "Terutama bagian pesisir timur, utara dan barat," jelasnya.

    Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan berangsur hilang di sejumlah wilayah Riau menyusul hujan deras yang terus mengguyur Riau lima hari belakangan. Jarak pandang di beberapa daerah terus membaik seperti Pekanbaru 7 Kilometer, Dumai 5 Kilometer, dan Pelalawan 5 Kilometer.

    Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru kembali normal. Sejumlah maskapai telah menjadwalkan penerbangan di Bandara Pekanbaru, baik kedatangan maupun keberangkatan.

    Duty Manager Bandara SSK II, Pekanbaru Hasnan menyebutkan, sebanyak 42 penerbangan kembali beroperasi dari total 70 penerbangan. "Bandara sudah normal, sudah banyak pesawat yang menjadwalkan terbang lagi," kata Hasnan.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger menuturkan, meski kondisi udara di Riau sudah membaik namun daerah itu masih memperpanjang status darurat pencemaran udara hingga 30 November 2015. "Kami telah memutuskan perpanjangan status darurat pencemaran udara akibat asap hingga satu bulan ke depan," katanya.

    Menurut Edwar, belum ada jaminan kondisi cuaca akan terus membaik mengingat titik panas di sejumlah provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatera Selatan masih membara. "Selama ini Riau diperparah asap kiriman," katanya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.