Kabut Asap, Riau Perpanjang Status Darurat Satu Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut pekat kekuningan menyelimuti Tugu Titik Nol di kota Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Asap yang semakin pekat berwarna kekuningan menyelimuti Pekanbaru. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kabut pekat kekuningan menyelimuti Tugu Titik Nol di kota Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Asap yang semakin pekat berwarna kekuningan menyelimuti Pekanbaru. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau memutuskan memperpanjang status darurat asap di wilayah tersebut selama sebulan mendatang, mengingat masih adanya titik api di Sumatera Selatan dan kemungkinan musim hujan belum tiba.

    "Seluruh tim penanggulangan bencana asap sepakat status siaga darurat penanggulangan kebakaran lahan hutan diperpanjang hingga 30 November 2015," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Sabtu, 31 Oktober 2015.

    Menurut Edwar, sebelum mengambil kesepakatan tersebut, BPBD menggelar rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Riau dan tim Satgas Kebakaran Lahan dan Hutan di Posko Satgas Karlahut di Pangkalan Udara Roesmin Noerjadin, Pekanbaru, Jumat, 30 Oktober 2015.

    Kesepakatan ini juga diambil setelah mempertimbangkan beberapa kondisi saat ini. Juga untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, karena di Provinsi Sumatera Selatan masih terdapat hotspot. "Prediksi masih fluktuatif, sebab belum masuk musim hujan," ucapnya.

    Edwar mengakui, keputusan perpanjangan juga lantaran masa berlaku status pencemaran udara akibat kabut di Provinsi Riau sampai 1 November 2015.

    "Kami menetapkan perpanjangan status Riau darurat pencemaran udara akibat kabut asap sudah berkoordinasi dengan BMKG," ujarnya.

    Edwar mengingatkan, tim saat ini lebih banyak mencegah daripada menanggulangi api. "Jangan sampai lengah. Hotspot di Riau menurun tapi asap kembali muncul. Dengan pertimbangan itu, status diperpanjang," tutur Edwar.

    Berdasarkan pengamatan Antara di lapangan, kualitas udara di Pekanbaru secara umum mulai membaik. Hujan yang menyirami beberapa wilayah menjelang sore dengan intensitas lebat sekitar satu setengah jam per hari membuat matahari mulai terlihat cahayanya.

    Papan indeks standar pencemaran udara yang dipajang pada tiga titik sudah menunjukkan kualitas sedang dengan nilai 65 Psi pagi ini.

    Aktivitas belajar-mengajar di semua jenjang pendidikan pun sudah berlangsung normal selama dua hari ini.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.