Beruang Ditembak Mati Petugas, Ini Kata BKSDA Kalimantan Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penembakan. Getty Images

    Ilustrasi Penembakan. Getty Images

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan Lukito Andi belum berani memastikan kebenaran kabar seekor beruang madu yang tewas ditembak petugas di Pelaihari, ibu kota Kabupaten Tanah Laut, Kamis kemarin. Namun Lukito mengakui ada informasi masuk terkait dengan kematian beruang madu itu. “Ada informasi, tapi saya belum cek kebenarannya. Saya masih di Jakarta,” kata Lukito Andi kepada Tempo, Jumat, 30 Oktober 2015.

    Informasi yang dihimpun Tempo, seekor beruang madu tewas ditembak setelah masuk ke permukiman warga di Kompleks Gagar Permai, Pelaihari. Polisi hutan dengan senjata lengkap berusaha melumpuhkan beruang itu. Penyisiran berawal dari Taman Kijang Mas, SMA 1 Pelaihari, Stadion Pertasi Kencana, dan berakhir di Kompleks Gagar Permai.

    Menurut Lukito, pembunuhan beruang madu diperbolehkan asalkan si beruang membahayakan manusia. Ia mencontohkan upaya petugas tatkala menghalau beruang madu di Kabupaten Barito Kuala. Saat itu, beruang madu mengancam keselamatan petugas. “Kalau kita kalah cepat, bahaya. Untungnya bisa dihalau dan beruang lari ke hutan,” ujarnya.

    Untuk kasus di Pelaihari, Lukito akan mempelajari alasan kenapa petugas mesti menembak mati hewan itu. “Kalau enggak ada obat bius, ya, harus ditembak ketika mengancam manusia. Mungkin saat itu enggak ada bius,” tutur Lukito.

    Berdasarkan laporan yang masuk BKSDA Kalimantan Selatan, ada 14 ekor beruang madu turun gunung akibat kebakaran hutan dan kekeringan. Dari laporan itu, kata dia, delapan ekor beruang madu berkeliaran di Kabupaten Tanah Laut, empat ekor di Kabupaten Barito Kuala, dan dua ekor di Kabupaten Banjar.

    Lukito menduga bisa jadi seekor beruang yang tewas itu bagian dari delapan ekor yang dilaporkan oleh masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. “Saya menduga, karena kebakaran, habitatnya terganggu. Bisa jadi, di hutan, sumber makanan di habitatnya habis, jadi beruang masuk perkampungan warga. Di Banjar bahkan informasinya seekor beruang melukai warga desa,” ucapnya.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.