7 Kejadian Seru di Debat Risma Versus Rasiyo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana (kanan), disaksikan pasangan nomor urut pertama, Rasiyo (kiri) dan Lucy Kurniasari (kedua kiri) menandatangani

    Calon Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana (kanan), disaksikan pasangan nomor urut pertama, Rasiyo (kiri) dan Lucy Kurniasari (kedua kiri) menandatangani "Deklarasi Pilwali Damai dan Berintegritas" di Surabaya, 27 Oktober 2015. Pilkada serentak akan digelar 9 Desember 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya- Debat terbuka calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya berlangsung seru dan cukup panas, Jumat malam 30 Oktober 2015. Pasangan calon inkumben Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana terlibat perdebatan seru dengan penantangnya terkait isu anggaran pendidikan dan tingkat pengangguran.

    Sang penantang, terutama calon wali kota Rasiyo, menggunakan sejumlah data-data untuk menyerang pesaingnya itu. Agresivitas mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur itu sekaligus menutup kekurangan dari performa pasangannya, Lucy Kurniasari, mantan Ning Surabaya, yang sedikit saja bicara.

    Debat juga diwarnai perang yel antar pendukung pasangan calon hingga dirasa mengganggu program debat. Tidak sekali-dua kali moderator harus memperingatkan dan bahkan meninggi emosinya. Berikut tujuh kejadian seru di sepanjang debat langsung yang digelar di Dyandra Convention Center selama dua jam penuh, itu.

    1.Whisnu membantu menunjukkan gambar atau data pendukung dari penjelasan visi misi yang disampaikan Risma. Ini mirip yang dilakukan pasangan Joko Widodo-Basuki T. Purnama di Pilkada Jakarta 2012.

    2.Lucy Kurniasari tak mampu menuntaskan kalimatnya di kesempatan bicaranya tentang langkah meredam urbanisasi di Surabaya.

    3.Moderator atau pemandu memperingatkan dan bahkan meminta Ketua KPU mensiagakan aparat keamanan bagi mereka yang diduga sengaja mengganggu konsentrasi pasangan calon. “Kalau memang anda sakit atau sengaja batuk silahkan keluar saja.”

    4.Whisnu membandingkan kinerja Rasiyo dan Pemprov Jawa Timur dengan kinerja Risma dan Pemerintah Kota Surabaya. Serangan ini mampu ditangkal dengan lugas oleh Rasiyo.

    5.Moderator disanggah oleh kedua pasangan calon yang memperebutkan urutan bertanya di segmen terakhir debat.

    6.Rasiyo menuntut atau menantang Risma menunjukkan data tentang tingkat pengangguran terbuka setelah sebelumnya menyebut jawaban yang diberikan tidak connect. Risma membalas dengan mempertanyakan tingkat akurasi data yang digunakan Rasiyo.

    7.Moderator harus mengecam dengan keras pendukung kedua pasangan calon untuk bisa menutup acara debat. “Diam dan duduk kembali!”

    MOHAMMAD SYARRAFAH | WURAGIL

    Baca juga:
    Wah, Mourinho Tak Jamin Chelsea Masuk 4 Besar, Akan Dipecat?
    Jose Mourinho Terpuruk Gara-gara Wanita Cantik Ini?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.