Perampok di Rumah Polisi, Bawa Kabur Senjata Api  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi perampokan

    ilustrasi perampokan

    TEMPO.CO, Malili - Perampokan terjadi di rumah Brigadir Kepala Syarifuddin di Desa Campae, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat, 30 Oktober 2015. Pistol Syarifuddin yang sehari-hari dipakai bertugas sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Kepolisian Sektor Burau, digondol perampok.

    Senjata api kaliber 38 itu disimpan di dalam lemari dekat tempat tidur Syarifuddin. Barang lain di dalam lemari juga disikap perampok, termasuk uang tunai. Satuan Reserse dan Kriminal Polsek Wotu kini memburu pelakunya.

    Kepala Kepolisian Sektor Wotu Ajun Komisaris Jamal Ansar  mengatakan, perampokan berlangsung ketika Syarifuddin dan keluarganya tidur. Kejadiannya dinihari sekitar pukul 03.00. Identitas pelakunya belum diketahui.

    Menurut Jamal, jajarannya sedang melacak kasus ini dan diharapkan segera dikethui pelakunya. Namun, di masyarakat berkembang isu bahwa pelakunya mahluk jadi-jadian yang disebut kolor ijo.

    Perkara ini, kata Jamal, masih diselidiki informasi dari masyarakat. Ihwal mahluk jadi-jadian, Jamal tidak serta-merta mempercayai.  Yang jelas, kata Jamal, anggota Polsek Wotu sudah mengolah tempat kejadian di rumah Syarifuddin.

    Hasil olah tempat kejadian perkara, ditemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada pelaku perampokan.Jamal belum bersedia memberikan penjelasan lebih rinci. "Saya bersama beberapa anggota sedang mengejar kolor ijo di wilayah Mangkutana,” kata Jamal.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.