Rio Capella Lagi Pikir-pikir Jadi Justice Collaborator

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patrice Rio Capella (tengah), Mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem), menggunakan rompi tahanan keluar dari gedung KPK, Jakarta, 23 Oktober 2015. KPK resmi menahan Rio Capella sebagai tersangka atas kasus dugaan suap anggota DPR RI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Patrice Rio Capella (tengah), Mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem), menggunakan rompi tahanan keluar dari gedung KPK, Jakarta, 23 Oktober 2015. KPK resmi menahan Rio Capella sebagai tersangka atas kasus dugaan suap anggota DPR RI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Patrice Rio Capella, Maqdir Ismail, mengatakan kliennya ada kemungkinan menjadi justice collaborator dalam kasus suap Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. "Saya kira hari ini diputuskan, apakah beliau siap jadi justice collaborator atau tidak," kata Maqdir seusai menjalani sidang permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 30 Oktober 2015.

    Keputusan ini, menurutnya, masih menimbang pada sejauh mana informasi yang dimiliki Rio. "Sepanjang masuk diakal, dalam arti sesuai dengan pengetahuan yang ada pada Pak Rio, Ya dia mau," ucap Maqdir. (Baca: Lempar Handuk, Rio Capella Cabut Permohonan Praperadilan)

    Justice collaborator sendiri berarti pelaku yang sekaligus menjadi saksi untuk memberikan keterangan. Syarat untuk menjadi justice collaborator adalah ia bukan pelaku utama dalam kasus tersebut. Ia bisa membeberkan keterangan lengkap di pengadilan dengan status sebagai pelaku juga saksi.

    (Lihat Video Bayang-Bayang Nasdem dalam Kasus Suap Gatot, Patrice Rio Capella Akui Terima Duit, Kronologi Kasus Suap yang Menyeret Gatot dan Istri Mudanya)

    Justice collaborator disebutkan dalam surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2011 tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistle Blower) dan Saksi Pelaku yang Bekerja Sama (Justice Collaborator) di dalam Perkara Tindak Pidana Tertentu. 

    Walau belum dipastikan, tapi Maqdir mengatakan hal ini sudah pernah disiapkan sebelumnya. "Hal tersebut sudah kami pikirkan dari kemarin," katanya.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.