Minggu, 22 September 2019

Jokowi Belum Berhasil, Surya Paloh Serukan Doa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) didampingi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berjalan keluar dari rumah dinas Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, 14 Februari 2015.  Sejumlah petinggi partai yang tergabung dalam KIH melakukan pertemuan tertutup di tempat tersebut. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Presiden Jokowi (kanan) didampingi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berjalan keluar dari rumah dinas Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, 14 Februari 2015. Sejumlah petinggi partai yang tergabung dalam KIH melakukan pertemuan tertutup di tempat tersebut. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Semarang - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengakui, pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla masih belum berhasil mengatasi berbagai persoalan di Indonesia. Menurut Paloh, meski berbagai upaya sudah dilakukan, hasilnya hingga kini belum menggembirakan.

    “Untuk itu, kita harus kembali meminta kepada Sang Pencipta. Memohon doanya agar segala sesuatu yang menimpa bangsa ini, penderitaan ini, segera berakhir,” kata Surya Paloh saat berpidato dalam acara "Doa Kebangsaan" di Lapangan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis malam, 29 Oktober 2015.

    Surya juga meminta kader-kader NasDem membuat acara doa kebangsaan sebagai salah satu usaha untuk mencari penyelesaian atas berbagai masalah di Indonesia. (Lihat Video Surya Paloh : Menteri Nasdem Belum Terlalu Luar Biasa, Tapi...)

    Dalam acara yang digelar di lapangan terbuka dengan dihadiri ribuan orang tersebut, Surya berpidato sekitar lima menit. Surya mengajak para hadirin memohon kepada Tuhan agar memberikan jalan kehidupan yang layak bagi bangsa Indonesia. “Buruk-baik, maju-mundur negeri ini ditentukan kita sendiri,” ucapnya.

    Momentum Hari Santri Nasional yang sudah ditetapkan pemerintah, ujar Surya, harus dimanfaatkan untuk bangkit. Di hadapan ribuan hadirin, Surya menyerahkan bantuan Rp 70 juta untuk pembangunan masjid.

    Tokoh sepuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Maimun Zubair, didaulat sebagai pemberi tausiah dan doa. Maimun menekankan negara Indonesia harus berdiri kokoh dengan keberagaman agama. “Sudah tidak ada lagi sistem pemerintahan khalifah Islam di dunia ini,” tuturnya. Maimun menekankan, Indonesia harus berdasarkan pada "PBNU", yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe