Marah, Pendekar SH Terate Madiun Segel Padepokan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kejuaraan Nasional Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Terate VII. TEMPO/Ishomuddin

    Kejuaraan Nasional Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Terate VII. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Madiun – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Penyelamat Organisasi Persaudaraan Setia Hati (PSH) Terate menyegel dan menggembok lima pintu masuk padepokan pencak silat tersebut di Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis, 29 Oktober 2015.

    Penyegelan itu merupakan bentuk protes agar Pengurus Pusat Setia Hati Terate segera melaksanakan musyawarah besar luar biasa  sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi yang diterbitkan pada  2000. "Seharusnya musyawarah luar biasa dilakukan lima tahunan, tapi sejak 2005 sampai sekarang tidak ada,’’ kata Gembong Imam Kuskartono, salah seorang pendekar yang menyegel padepokan.

    Menurut dia, dengan tidak digelarnya musyawarah sesuai anggaran dasar dan rumah tangga, pertanggungjawaban keuangan, misalnya, menjadi tertutup bagi pengurus di wilayah. Belum lagi terjadinya pemecatan sekitar 100 anggota Persaudaraan Setia Hati Terate oleh pengurus pusat yang semestinya tidak diperbolehkan. "PSH Terate seperti dibuat mainan,’’ ucap Gembong.

    Ketidaktransparanan dalam bidang keuangan dan munculnya aksi pemecatan anggota, kata dia, bukan ciri Setia Hati Terate sebagai organisasi pencak silat selama ini. "Kami ingin berdialog tentang masalah ini tapi  pengurus pusat belum menyanggupi. Maka kami menyegel padepokan dan tindakan ini sudah diketahui oleh pengurus pusat,’’ ujar Gembong.

    Kepala Satuan Sabhara Kepolisian Resor Madiun Kota Ajun Komisaris Sigit Siswandi membenarkan ihwal aksi penyegelan tersebut. Sehari sebelum penyegelan,  kata dia, kedua kubu sudah diajak berdialog di Markas Kepolisian Resor Madiun Kota.

    "Pada intinya pengurus pusat menyatakan belum sanggup melakukan musyawarah karena masih bulan Sura (Muharam). Pada bulan ini masih ada pengesahan warga Setia Hati Terate di luar Jawa,’’ ujar dia.

    Selain alasan itu, ujar Sigit, pihak pengurus pusat belum bisa melakukan musyawarah  karena masih dalam suasana duka setelah meninggalnya Tarmadji Boedi Harsono, ketua pusat organisasi tersebut pekan lalu. "Mungkin setelah 40 hari baru bisa,’’ ucap Sigit.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.