Kasus Gubernur Gatot, Rio Bantah Bertemu Evy di Hotel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Capella dikerumuni oleh wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 23 Oktober 2015. Penahanan ini dilakukan setelah Rio Capella menjalani pemeriksaan selama delapan jam oleh penyidik KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Rio Capella dikerumuni oleh wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 23 Oktober 2015. Penahanan ini dilakukan setelah Rio Capella menjalani pemeriksaan selama delapan jam oleh penyidik KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Patrice Rio Capella, Maqdir Ismail, membantah adanya pertemuan antara kliennya dengan Evy Susanti di Hotel Marriot. Menurut dia, Rio dengan istri muda Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nogroho itu hanya terjadi satu kali di Hotel Kartika Chandra.

    "Di Marriott itu tidak ada. Yang saya tahu, menurut Rio cuma di Kartika Chandra saja, yang dia (Evy) katakan terima kasih," kata Maqdir di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Oktober 2015.

    Sebelumnya, Maqdir mengatakan Evy mengajak Rio Capella bertemu di Hotel Kartika Chandra setelah bekas Sekretaris Jenderal Partai NasDem itu menerima duit Rp 200 juta dari Fransisca Insani Rahesty yang merupakan anak magang di Kantor Hukum OC Kaligis. Dalam pertemuan itu, Evy hanya mengucapkan terimakasih kepada kliennya.

    "Dia menyampaikan terima kasih dan mengatakan sudah ada penyelesaian antara Tengku Erry dan Gatot," kata Maqdir. Namun menurut Maqdir, Rio tidak tahu seperti apa penyelesaian masalah antara dua pimpinan provinsi Sumatera Utara tersebut.

    Patrice Rio Capella ditetapkan menjadi tersangka setelah diduga menerima suap Rp 200 juta dalam penanganan perkara bantuan sosial, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah badan usaha milik daerah di Sumatera Utara. Mantan anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat itu ditahan pada Jumat, 23 Oktober 2015.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.