Jusuf Kalla : Menteri Susi Ngetop karena Banyak Bakar Kapal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, di atas KRI Barakuda-633, saat peledakan kapal nelayan asal Thailand di Selat Dempo, Kepri, 9 Februari 2015. ANTARA/Joko Sulistyo

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, di atas KRI Barakuda-633, saat peledakan kapal nelayan asal Thailand di Selat Dempo, Kepri, 9 Februari 2015. ANTARA/Joko Sulistyo

    TEMPO.CO, Tangerang - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merupakan menteri paling ngetop. Menurut dia, Menteri Susi Pudjiastuti menjadi sangat terkenal setelah sering membakar kapal yang mencari ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

    "Setahun kabinet ini, menteri yang paling terkenal itu Ibu Susi. Orang mengingat karena sering bakar kapal dengan berani," kata Jusuf Kalla saat membuka pameran Aquaculture di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Kamis, 29 Oktober 2015.

    Menurut Jusuf Kalla, tujuan Menteri Susi Pudjiastuti membakar kapal tersebut bukan ingin terkenal, tapi sebagai bentuk penegakan hukum. Namun, Jusuf Kalla menegaskan jika tugas Menteri Kelautan dan Perikanan bukan hanya membakar kapal, melainkan juga membangun. “Kerja menteri tak hanya membakar, tapi juga membangun," ujar dia.

    Hari ini, Menteri Susi Pudjiastuti akan menenggelamkan enam kapal berbendera Vietnam tanpa menunggu putusan berkekuatan hukum tetap dari pengadilan. Enam kapal tersebut ditangkap pada 1 Agustus lalu di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia Laut Cina Selatan oleh petugas pengawas kementerian dan akan ditenggelamkan di perairan Batam.

    Enam kapal tersebut, antara lain, KM BV 95228 TS berbobot 35 gross ton, KM BV 95472 TS berbobot 32 gross ton, KM BV 95632 TS berbobot 36 gross ton, KM BV 75169 TS berbobot 32 gross ton, KM BV 95609 TS berbobot 36 gross ton, dan KM BV 95038 TS berbobot 35 gross ton.

    Menteri Susi mengatakan keenam kapal tersebut ditangkap karena tidak dilengkapi surat izin penangkapan ikan dan memakai alat tangkap yang tak ramah lingkungan.



    TIKA PRIMANDARI | DEVY ERNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.