5 Hiu Paus Tersangkut Jaring Nelayan Ikan Teri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas SAR Bantul mencoba memasang tali untuk menarik badan ikan hiu tutul yang mati terdampar di pantai Pelangi, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, (4/8/2012). Ikan hiu tutul ini merupakan ikan hiu kedua yang ditemukan mati terdampar di pesisir selatan Jawa. TEMPO/Suryo Wibowo

    Petugas SAR Bantul mencoba memasang tali untuk menarik badan ikan hiu tutul yang mati terdampar di pantai Pelangi, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, (4/8/2012). Ikan hiu tutul ini merupakan ikan hiu kedua yang ditemukan mati terdampar di pesisir selatan Jawa. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Surabaya - Dalam sebulan, lima hiu paus (Rhincodon typus) terjaring nelayan di pesisir Kenjeran, Surabaya. Binatang yang dikenal dengan nama hiu totol dan hiu bodoh itu semuanya mati. “Padahal hewan itu termasuk langka dan dilindungi,” kata Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Denpasar Ikram Sangadji saat ditemui, Rabu, 28 Oktober 2015.

    Ikram menjelaskan, hiu paus berukuran panjang 7-8 meter. Mereka punya tabiat berkoloni di tengah samudra. Namun mereka juga suka berpencar dan sebagian berenang ke utara sepanjang September-Oktober ini.

    Hiu tersebut memanfaatkan gelombang pasang untuk memburu plankton dan ikan kecil, mendekat ke arah nelayan biasa menanam jaring pada musim panen teri. “Secara tidak sengaja, hiu itu tersangkut jaring nelayan,” ucap Ikram.

    Ikram mengaku telah mengumpulkan para nelayan Kenjeran pada 26 Oktober lalu bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Surabaya. Nelayan diminta memodifikasi jaring yang biasa mereka tanam atau gunakan dengan cara menyekat untuk mencegah ikan seukuran hiu tutul ikut terjebak. “Kami memberikan solusi kepada nelayan, dan mereka sepakat,” tuturnya.

    Mardiono, Ketua Kelompok Nelayan Kedung Cowek, Surabaya, mengatakan pihaknya membutuhkan sepuluh perahu untuk menarik hiu tutul yang beratnya 2 ton tersebut ke tengah laut. “Sebanyak 20 nelayan dibutuhkan untuk membantu mengangkat hiu itu,” kata Mardiono.

    Selain modifikasi jaring nelayan, dia mengusulkan agar dibuatkan semacam sirene di laut. Tujuannya, hiu tutul tidak mendekat ke wilayah di mana nelayan biasa menanam jaring. “Sebab, kalau mendengar suara sirene, ikan itu pergi menjauh,” ucap Mardiono.

    KURNIAWAN ARIEF

    Baca juga:

    Akan Dilaporkan ke KPK, Ahok Kasihani DPRD

    Ahok Kepada Eggi Sudjana: Lu Kira Gampang Tangkap Saya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.