Kebakaran Pasar Induk di Samarinda Hanguskan 200-an Kios

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Suwandy

    Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Suwandy

    TEMPO.CO, Samarinda - Kebakaran melanda pasar tradisional induk di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 29 Oktober 2015, sekitar pukul 00.55 Wita. Belum diketahui penyebab munculnya api. Tapim berdasarkan kesaksian warga yang menjadi korban kebakaran, sumber api berasal dari salah satu toko kelontong yang juga menjual gas dan bensin eceran.

    Tak hanya lapak dan kios di Pasar Segiri yang ludes terbakar, api juga melahap bangunan permukiman yang berada di seberang pasar tersebut. Setidaknya sebagian rumah di RT 26 dan 27 jadi arang.

    Data sementara yang dihimpun Tempo dari lokasi kejadian, rumah di RT 26 yang terbakar sekitar 30, sementara di RT 27 sekitar 50 rumah. "Tak ada yang tahu dari mana apinya. Yang pasti, rumah di sekeliling Masjid Al-Hikmah," kata Ani, warga yang rumahnya terbakar.

    Ani tinggal hanya berselang dua rumah dari pusat kobaran api. Tak ada harta benda yang bisa dia selamatkan. Ani hanya sempat membangunkan anak dan suaminya yang sedang lelap tertidur.

    "Apinya itu tiba-tiba besar. Tak ada suara ledakan sebelum kebakaran. Saya tak sempat ambil harta," ucapnya.

    Api cepat membesar karena bangunan rumah di permukiman warga hampir seluruhnya dibangun dengan material kayu. Besarnya api yang sudah tak bisa dikendalikan akhirnya juga membakar kios dan lapak pasar tepat di seberang jalan gang.

    Menurut Kepala UPTD Pasar Segiri Agus Basuki saat ditemui di tengah puing sisa kebakaran, pihaknya belum mendata kios yang terbakar. Sejauh ini, ucap dia, pihaknya masih terus mendata dengan menanyakan ke masing-masing pedagang.

    "Kalau angka pastinya, kami masih data. Tapi, kalau kami perkirakan, yang terbakar mencapai 200-an kios," tutur Agus.

    Sebenarnya lokasi kebakaran sangat dekat dengan Sungai Karangmumus, yang saat itu sedang pasang. Tapi, karena panik, warga yang sama sekali tak terpikir memanfaatkan air sungai untuk memadamkan api. "Kami selamat saja sudah bersyukur," ujar Agus.

    Api yang sudah telanjur besar terus melahap permukiman dan kios pasar. Banyak warga yang menyelamatkan diri melalui sungai. Api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 04.00 Wita.
    Belum diketahui jumlah kerugian akibat kebakaran. "Diperkirakan, kerugian mencapai miliaran rupiah," tutur Agus

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.