PETAKA ASAP: Ke Mana Saja Puan Maharani sebagai Menko?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Puan Maharani bersiap menembak di lapangan tembak kompleks Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, 9 Mei 2015. ANTARA/Humas Menko PMK

    Menko PMK Puan Maharani bersiap menembak di lapangan tembak kompleks Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, 9 Mei 2015. ANTARA/Humas Menko PMK

    TEMPO.CO, Jakarta - Amuk kebakaran lahan telah membawa petaka asap bagi banyak daerah di Sumatera dan Kalimantan. Presiden Joko Widodo mempercepat lawatannya dari Amerika Serikat dan langsung terbang menuju Palembang. Di daerah Ogan Komering Ilir, hingga Sabtu mendatang, Presiden Jokowi akan berkantor. (Baca: Presiden Jokowi Berkantor di Kabupaten OKI hingga Sabtu)

    Namun pengamat politik Syamsuddin Harris menilai peran Puan Maharani sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tak  begitu terlihat. Padahal beberapa menteri teknis yang terlibat dalam evakuasi korban berada dalam lingkar tanggung jawab Puan. "Puan tidak terlihat tampil,” ujar Syamsuddin saat dihubungi Tempo, Kamis, 29 Oktober 2015.

    Menurut Saymsuddin, Puan mestinya lebih banyak tampil karena selama ini hasil kerjanya sebagai Menteri Koordinator tidak begitu terlihat. Selain itu, Syamsuddin mengatakan, harusnya Puan dapat bersikap lebih tegas dan efektif. “Seperti kurang koordinasi,” katanya.

    SIMAK UPDATE: Kabut asap dan Kebakaran Hutan

    Syamsuddin menambahkan, sebagai Menteri Koordinator, Puan Maharani mestinya bisa menjalin koordinasi yang baik dengan kementerian di bawahnya. “Dia kan koordinator, yang mengkoordinasi. Yang menjalankan tugas, kan, tetap kementerian di bawahnya. Kalau tidak berjalan baik, berarti koordinasinya juga tidak baik,” tutur Syamsuddin.

    Soal ini, dia mengungkapkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ada di bawah Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, dan sudah semestinya koordinasi dijalankan Puan terhadap staf dan bawahannya.

    Kritik terhadap Puan terkait dengan kabut asap ini juga pernah dilayangkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). “Menteri Puan Maharani seharusnya memberikan perhatian khusus pada bencana kebakaran hutan ini,” ucap Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Abetnego Tarigan. ( Lihat video Kebakaran Hutan, Pemerintah Akui Lakukan Kesalahan, Jerit Korban Asap Dalam Video, Bantuan Asing Usai, Indonesia Masih Butuh Bantuan Atasi Kebakaran Lahan? )

    Kabut asap kini menyelimuti lima provinsi di Kalimantan dan Sumatera sejak tiga bulan lalu. Bencana semacam ini terjadi setiap tahun, selama 18 tahun terakhir. Hingga kini pemerintah dianggap belum berhasil mengatasi masalah tersebut dan belum mampu memberikan solusi agar kasus serupa tak lagi terjadi pada kemudian hari.

    BAGUS PRASETIYO

    Baca juga:
    Akan Dilaporkan ke KPK, Ahok Kasihani DPRD
    Ahok Kepada Eggi Sudjana: Lu Kira Gampang Tangkap Saya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.