Begini Kisah SBY Saat Menangani Kabut Asap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY meninggalkan markas Korem 072 Pamungkas, Yogyakarta, 16 Oktober 2014. TEMPO/Suryo Wibowo

    SBY meninggalkan markas Korem 072 Pamungkas, Yogyakarta, 16 Oktober 2014. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Padang - Presiden periode 2009-2014, Susilo Bambang Yudhoyono, menuturkan kisah bagaimana dia menangani kabut asap. Kebakaran hutan dan bencana asap juga terjadi April 2014.

    "Saya masih ingat waktu itu, karena yang paling berat menghadapi asap dan kebakaran hutan itu di Provinsi Riau," ujarnya saat berpidato setelah menjalani salat minta hujan di Masjid Raya Ganting, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu, 28 Oktober 2015.

    SBY mendatangi Provinsi Riau yang saat itu paling berat menghadapi asap dan kebakaran hutan. Selama tiga hari tiga malam, SBY memimpin langsung penanganan kebakaran hutan di provinsi itu.

    Padahal, pada waktu bersamaan, kata SBY, Partai Demokrat sedang mendapatkan musibah, sehingga dia harus turun mengikuti kampanye di Jawa Tengah. "Kami (Demokrat) dihajar kiri-kanan. Di serang media massa dan lawan politik, sehingga kehadiran saya dalam kampanye itu sangat penting untuk bangkitkan moral kader," kata SBY.

    Namun SBY mengaku lebih memilih pergi ke Riau untuk mengatasi kabut asap. Kampanye di Jawa Tengah saat itu diwakilkan oleh istrinya, Ani Yudhoyono.

    Saat akan berangkat ke Riau, pesawat yang ditumpangi SBY dua kali mencoba menembus kabus asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Namun gagal untuk landing. "Kami mendarat di Batam. Sempat ingin naik kapal laut ke Riau, tapi enggak jadi," tutur SBY. Akhirnya ada celah satu jam, kata SBY, pesawatnya pun bisa mendarat di bandara Pekanbaru.

    Tiga hari di Riau, SBY mengaku bekerja dari pagi hingga malam. "Karena keikhlasan kita bekerja, hari pertama di Riau hujan pun turun. Begitu juga dengan malam kedua, hujan kembali turun. Ini pertolongan Allah karena hati ikhlas dalam mencari solusi," ucap SBY.

    SBY mengatakan, sepekan kemudian, kondisi berubah. Kabut asap bisa dihadapi dan mulai hilang. Menurut SBY, segala upaya untuk menghentikan kebakaran dan asap harus dilakukan. Pemerintah mesti berada di depan, membantu persoalan yang dihadapi anak dan orang tua.

    "Bantuan kesehatan dan lain-lain sangat penting. Berhenti salah-menyalahkan. Pemimpin mengambil tanggung jawab dan kita ikut mengatasi. Indonesia harus berubah," ujar SBY.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.