Hari Sumpah Pemuda, 9 Anak Muda Terima Modal Kerja Kemenpora

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Universitas Muhammdiyah menggelar aksi treatrikal perayaan hari sumpah pemuda ke 87 di Makassar, 28 Oktober 2015. Aksi ini mengajak para pemuda untuk menghindari bahaya prostitusi dan narkoba yang mengancam moralitas pemuda dan mengajak seluruh pemuda-pemudi menggalang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. TEMPO/Fahmi Ali

    Mahasiswa Universitas Muhammdiyah menggelar aksi treatrikal perayaan hari sumpah pemuda ke 87 di Makassar, 28 Oktober 2015. Aksi ini mengajak para pemuda untuk menghindari bahaya prostitusi dan narkoba yang mengancam moralitas pemuda dan mengajak seluruh pemuda-pemudi menggalang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Sembilan pemuda kreatif di Sulawesi Tenggara menekuni wirausaha mendapat bantuan hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga antara Rp 10 juta hingga Rp 12,5 juta per orang. Penyerahan bantuan modal usaha kepada sembilan pemuda kreatif itu dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga dalam rangkaian upacara Haru Sumpah Pemuda ke-87 tahun 2015 di pelataran kantor Gubernur Sulawesi Tenggara di Kendari, Rabu, 28 Oktober 2015

    Dua dari sembilan pemuda kreatif yang mendapat bantuan hibah saat ditemui usai mengikuti upacara Sumpah Pemuda mengatakan, rasa terima kasih kepada pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Sultra atas pemberian bantuan tersebut.

    "Saya tidak menyangka bisa mendapat bantuan hibah untuk menambah modal usaha saya sebesar Rp 12.5 juta," kata La Ode Ubo Rahmat yang bergerak pada usaha jasa servis komputer, laptop dan elektronik yang beralamat di kawasan kampus baru Universitas Haluoleo Kendari itu.

    Hal senada diungkapkan, Euis TriKurniati, yang bergerak pada usaha kuliner dengan bidang usaha dendeng daun ubi di Desa Sindangkasi Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan dengan besaran bantuan hibah sebesar Rp 12,5 juta.

    Ia mengatakan, usaha kreatif yang digelutinya kurang dari dua tahun itu cukup prospek dengan menggalang kaum ibu-ibu rumah tangga yang ada di sekitar rumah mereka. Tanpa menyebut jumlah tenaga kerja yang dilibatkannya dalam usaha itu, gadis yang yang berusia 20 tahun itu mengaku jika usahanya berawal dari sekedar mencoba. Namun dengan banyaknya permintaan konsumen terkait usaha dendeng daun ubi itu ia sudah bisa memasarkan hasil produknya di lingkungan kecamatan yang ada di wilayahnya.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Tasman Taewa, secara terpisah membenarkan bahwa pemerintah melalui APBN memberi bantuan kepada kalangan pemuda wirausaha yang bergerak pada berbagai bidang usaha yang digelutinya.

    "Tahun ini ada tiga kategori usaha yang dibantu pemerintah melalui APBN bagi kaum pemuda-pemudi mandiri yang memiliki embrio usaha yakni bidang produksi, jasa dan kuliner dengan besaran bantuan disesuaikan dengan usahanya yakni antara Rp 10 juta hingga Rp 12,5 juta," ujarnya.

    Ia berharap, di masa depan usaha mereka itu bisa lebih maju dan merekrut tenaga kerja lokal di daerahnya. Dalam rangkaian Hari Sumpah Pemuda ke-87 tingkat provinsi 2015, Gubernur Sultra Nur Alam bertindak selaku inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menpora Imam Nahrawi, sedangkan pemimpin upacara Imrah Rahim dari OKP Trikora Sultra.

    Hadir pula Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh, Sekertaris daerah Provinsi Lukman Abunawas, Ketua KNPI Sultra Hidyatullah dan para pimpinan SKPD, unsur TNI/Polri, Korpri, Organisasi kepemudaan, dan perwakilan dari SLTA dan SLTP.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.