Tragedi Bus Bandros: Dia Nyanyi Halo-halo Bandung, dan...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan menghindari ranting pohon yang mengenai lantai atas bis wisata Bandros di kawasan Jalan Aceh, Bandung, Jawa Barat, (25/5). TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah wisatawan menghindari ranting pohon yang mengenai lantai atas bis wisata Bandros di kawasan Jalan Aceh, Bandung, Jawa Barat, (25/5). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) terjatuh dari bus wisata Bandung Tour on Bus alias Bandros, Rabu, 28 Oktober 2015. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Wastukencana, tepat di samping halaman Balai Kota Bandung.

    Saksi mata yang berada di sekitar lokasi mengatakan, sebelum terjatuh, korban tampak lompat-lompat di lantai 2 bus Bandros. "Mereka di atas teriak-teriak (bersorak) sambil nyanyi Halo-halo Bandung," ujar saksi bernama Nunu saat ditemui Tempo, Rabu siang.

    BACA: Tragis, Mahasiswa Unpar Jatuh dari Bus Wisata Bandros

    Nunu menambahkan, korban yang belum diketahui namanya itu berjenis kelamin laki-laki dengan tubuh agak tambun. Korban tergeletak di jalan dengan luka parah. Ia dikerumuni dan ditolong orang banyak, kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Santo Boromeus.

    Nunu menceritakan, sekitar pukul 11.30, bus Bandros yang membawa puluhan mahasiswa Unpar melintas tepat di depan lokasi kerjanya. Tiba-tiba seorang mahasiswa yang berdiri di balkon atas terjatuh. "Berdarah banyak, enggak berani lihat lama-lama."

    Dede, sopir bus Bandros yang ditemui saat olah tempat kejadian, menjelaskan, bus wisata yang dikendarainya itu berangkat dari Lapangan Tegalega setelah upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-87. Di balkon lantai 2 bus terdapat sekitar 20 mahasiswa Unpar.

    BACA JUGA
    Kepergok Bareng Dandim Sidoarjo, Ini Curhat Arzetti Bilbina
    Bertemu Dandim, Kenapa Arzetti Tak Ngobrol di Lobi Hotel?

    Menurut Dede, korban saat itu sedang mengambil gambar dan ada kemungkinan tak mengindahkan peringatan untuk menunduk saat melewati kabel di atas Jalan Wastukencana. "Sebelum naik sudah diingatkan kalau di atas harus menunduk. Duduk juga harus menunduk."

    Dede berdalih saat kejadian ia tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. "Saya ingatkan, 'awas kabel'. Dia masih main kamera, mungkin nyangkut dan terbawa. Bandros tidak boleh ngebut. Saya tidak tahu jatuhnya gimana. Tapi sudah diingatkan untuk menunduk."

    Hingga saat ini, belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Nama dan kondisi korban saat ini pun belum diketahui. Tempo masih terus berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Universitas Parahyangan terkait dengan kejadian tragis itu.

    PUTRA PRIMA PERDANA

    BERITA MENARIK
    Sisi Gelap Arab Saudi: Narkoba, Alkohol, dan Pesta Seks
    Penyelundupan 2 Ton Narkoba, Kerajaan Arab Saudi Bermuka Dua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.