Kurir Sabu 25 Kilogram Ini Lolos dari Hukuman Mati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNN, Komjen Budi Waseso bersama Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro memasukkan sabu ke dalam tabung filter air di kantor BNN, Jakarta Timur, 20 Oktober 2015. TEMPO/Friski Riana

    Kepala BNN, Komjen Budi Waseso bersama Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro memasukkan sabu ke dalam tabung filter air di kantor BNN, Jakarta Timur, 20 Oktober 2015. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Karawang - Pengadilan Negeri Karawang menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada M. Husein, kurir sabu seberat 25 kilogram. Dalam sidang putusan itu, vonis majelis hakim lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum Nursaid, yang menuntut Husein dengan hukuman mati.

    "Pikir-pikir dahulu selama 7 hari, apakah mau langsung diterima atau tidak. Kalau tidak puas, bisa mengajukan banding," kata hakim ketua Eko Susanto setelah membacakan putusannya, Rabu, 28 Oktober 2015.

    Majelis hakim yang dipimpin Eko Susanto serta hakim anggota Wisnu Widiastuti dan Victor Suryadipta itu menyatakan Husein bersalah. Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana melawan hukum karena menjadi perantara jual-beli narkotik golongan I. "Perbuatan terdakwa melanggar pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 32 ayat 1 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata Alex Daminta, Staf Humas Pengadilan Negeri Karawang.

    Saat membacakan putusannya, Eko menyatakan terdakwa telah terbukti bersalah melakukan permufakatan jahat bersama Apip Apriansyah. Keduanya merupakan jaringan Tanah Abang-Karawang. Mereka diringkus BNN di kawasan pemakaman San Diego Hills, Karawang, beberapa bulan yang lalu.

    Saat keduanya ditangkap, BNN mendapat barang bukti yang disembunyikan di koper berwarna merah. "Sabu sebanyak 25 kilogram itu disembunyikan dalam 25 bungkus teh Cina. Bungkusan itu dimasukkan ke tas koper warna merah," kata Alex.

    M. Husein tercatat sebagai warga Punti Matangkuli, Aceh Utara. Pria ini bermukim di Perumahan Griya Indah, Karawang Timur. Saat ditangkap, ia sedang bersama Apip Apriansyah, 42 tahun. Keduanya merupakan kurir narkoba jaringan Tanah Abang-Karawang. Ia ditangkap karena terlibat pengedaran sabu seberat 25,225 kilogram di pemakaman modern San Diego Hills.

    Dalam pertimbangannya, majelis hakim tidak melihat hal yang meringankan terdakwa. Salah satu hal yang memberatkan terdakwa adalah melarikan diri saat menjadi tahanan BNN.

    Pada Selasa, 31 Maret 2015, Husein beserta 9 tahanan lain membobol tembok rutan BNN di Jalan M.T. Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Dalam robongan itu, terdapat 6 tahanan jaringan Aceh yang memiliki kemampuan semimiliter. Sepuluh orang itu kabur dengan membobol tembok belakang ruang tahanan BNN pada pukul 03.30 WIB. Sepak terjang Husein berakhir di Jombang. Ia ditangkap polisi Jombang pada Minggu, 5 April 2015.

    HISYAM LUTHFIANA

    Video tentang Razia Narkoba



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.