Pulang dari Amerika, Jokowi Berkantor di Palembang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap pekat menyelimuti perkantoran di Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Asap pekat yang menguning membuat aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru lumpuh. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kabut asap pekat menyelimuti perkantoran di Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Asap pekat yang menguning membuat aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru lumpuh. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah pulang dari kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Presiden Joko Widodo memilih berkantor di Palembang. Tujuannya, agar lebih mudah memantau penanganan masalah kebakaran hutan. "Ada kemungkinan beliau akan berkantor di Sumatera, di Palembang, sambil memantau perkembangan yang ada," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di kantornya, Rabu, 28 Oktober 2015. 

    Pramono berujar, Jokowi dari Amerika akan langsung mendarat di Palembang besok pukul 08.00. Setelah mendarat, ucap dia, Jokowi akan langsung menggelar rapat dengan tim pengendalian penanganan asap. Anggota tim pengendalian asap yang akan bertolak ke Palembang di antaranya Sekretaris Kabinet; Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Panjaitan; serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. "Kami akan berangkat nanti malam atau besok pukul 05.30," ucapnya. 

    Jokowi, tutur Pramono, mengunjungi Palembang karena merupakan kota yang masih memungkinkan pesawat mendarat. Dari Palembang, rencananya Presiden akan meninjau sejumlah lokasi kebakaran hutan dengan perjalanan darat. "Pada siang atau sore hari, Presiden akan ke Musi Banyuasin dengan perjalanan darat selama empat-lima jam untuk meninjau beberapa spot," katanya. 

    Pemerintah saat ini fokus pada penanganan asap, terutama di wilayah yang paling terdampak, yaitu di sebagian Sumatera dan Kalimantan. Pramono berujar, tim pengendalian asap yang dipimpin Menkopolhukam terus melakukan tindakan yang diperlukan. Menurut dia, dalam instruksi Presiden Jokowi mengenai penanganan asap, koordinasi penanganan asap dilakukan dalam 26 tingkatan kelembagaan untuk menjamin efisiensi. "Ada 26 tingkat kelembagaan dalam koordinasi itu, sampai tingkat bupati," ucapnya. 

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.