Cerita Jokowi, Dimaki WNI di Luar Negeri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengisi buku tamu yang terdapat pada Wisma Dubes KBRI Tilden di Washington. Instagram.com/@Williamwongso

    Presiden Jokowi mengisi buku tamu yang terdapat pada Wisma Dubes KBRI Tilden di Washington. Instagram.com/@Williamwongso

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo ternyata punya pengalaman tak enak saat melawat ke luar negeri. Jokowi mengaku pernah dimaki-maki oleh warga Indonesia yang tinggal di luar negeri gara-gara tak bisa bertemu dengannya.

    Kejadian itu, menurut Jokowi, berlangsung di Qatar beberapa waktu lalu.  Persisnya, September lalu saat Jokowi berkunjung secara resmi di negara itu.

    "Waktu di Qatar, saya juga bertemu sekitar 300 WNI di Qatar. Karena yang enggak bisa masuk ribuan, yang dimaki-maki saya." kata Jokowi menceritakan itu kepada ribuan warga Indonesia yang bertemu dengannya di Wisma Tilden Washington DC, Ahad, 25 Oktober 2015.  

    Padahal terus terang, kata Jokowi, ia tidak mengerti kenapa tak bisa ditampung. "Tapi, yang dimaki-maki itu tetap saya," kata Jokowi lagi.

    Namun Jokowi memahami betapa masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri ingin bertemu Presidennya."Kalau yang ngundang saya, saya taruh di lapangan sepak bola semuanya," katanya.

    Di Washington DC, Jokowi disambut antusiasme masyarakat Indonesia di Amerika Serikat. Mereka bertatap muka dan berdialog dengan Presiden Jokowi.

    Menurut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk AS Budi Bowoleksono, semula kedutaan hanya berencana membuka pendaftaran untuk 500 orang. Namun dalam satu jam, pendaftaran online itu langsung terisi. "Kami buka lagi untuk 750 kursi dan habis dalam dua jam" kata Budi Bowoleksono.

    Karenanya, menurut Bowoleksono, kedutaan akhirnya mengelar livestreaming dari Wisma Tilden. Seluruh pertemuan bisa disaksikan langsung melalui Youtube.


    ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.