Hujan Deras Redakan Kabut Asap Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap pekat menyelimuti perkantoran di Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Asap pekat yang menguning membuat aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru lumpuh. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kabut asap pekat menyelimuti perkantoran di Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Asap pekat yang menguning membuat aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru lumpuh. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, PEKANBARU - Hujan deras mengguyur Pekanbaru membuat kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti daerah itu berangsur hilang. Hujan turun dalam durasi cukup lama disambut suka cita warga Pekanbaru.

    "Alhamdullah akhirnya hujan juga, cukuplah buat udara segar," kata warga Pekanbaru, Winahyu Dwi Utama, Selasa, 27 Oktober 2015.

    Hujan lebat memang sangat diharapkan warga Riau mengingat kabut asap sisa kebakaran hutan mengganggu aktivitas warga. Perekonomian lumpuh, sekolah diliburkan, sebanyak 90.465 jiwa warga Riau jatuh skit akibat paparan asap. Pekan lalu hujan sempat mengguyur Riau, namun kabut asap kembali pekat lantaran dalam pekat ini tidak diguyur hujan.

    "Semoga sampai besok asap tidak ada lagi," kata warga Pekanbaru lainnya, Zuhdi Febryanto.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru Sugarin Widayat menuturkan, secara umum kondisi wilayah Riau berawan diselimuti kabut asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di wilayah Riau bagian selatan, barat dan utara.

    "Hujan mengguyur Riau terjadi pada sore hingga malam hari," ujarnnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.