Prajurit Kostrad Tewas Ditabrak, Identitas Pelaku Diketahui  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah prajurit Kostrad menyelesaikan pembuatan embung penampung air di lahan gambut bekas kebakaran di Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar, Riau, 9 Oktober 2015. BNPB melakukan pembangunan embung di lahan gambut yang berisiko kebakaran sebagai penampung air. ANTARA/FB Anggoro

    Sejumlah prajurit Kostrad menyelesaikan pembuatan embung penampung air di lahan gambut bekas kebakaran di Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar, Riau, 9 Oktober 2015. BNPB melakukan pembangunan embung di lahan gambut yang berisiko kebakaran sebagai penampung air. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru mengaku telah mengantongi identitas pelaku tabrak lari terhadap prajurit Komando Cadangan Stategis Angkatan Darat (Kostrad) Kopral Dua Dadi Santoso hingga meninggal dunia.

    "Identitas pelaku sudah kami ketahui, saat ini masih dalam pengejaran," kata Wakil Kepala Polresta Pekanbaru Ajun Komisaris Besar Sugeng Putut Wicaksono, Selasa, 27 Oktober 2015.

    Putut belum bersedia menyebut jumlah dan identitias pelaku. Namun dari hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara, pelaku berjumlah lebih satu orang. Saat kejadian, Dadi sedang bertugas di Posko Pelayanan Kesehatan Bencana Asap di Purna MTQ Pekanbaru.

    Dadi  tewas bersimbah darah usai ditabrak pikap Isuzu Panther Senin kemarin, 26 Oktober 2015 sekitar pukul 03.00 dinihari di area Purna MTQ, Bancah Laweh, Simpang Tiga, Pekanbaru.

    Peristiwa itu berawal ketika  Dadi mendatangi segerombolan orang bersepeda motor dan pengemudi mobil Panther di area Purna MTQ. Saat itu ada keributan antara gerombolan orang tersebut dengan  pengamen yang biasa mangkal di Purna MTQ.

    Dadi bermaksud membubarkan kerumunan pelaku yang berjumlah lebih dari lima orang itu. Namun setelah dibubarkan ternyata para pelaku berbalik arah dan menabrak  Dadi dengan Isuzu Panther. Korban sempat terseret dan meninggal di tempat kejadian karena luka parah di bagian kepala.

    Meninggalnya Dadi membuat prajurit TNI yang bertugas di Satuan Tugas Bencana Asap berduka. Komandan Korem 031/ Wirabima, Riau, Birgadir Jenderal Nurendi berharap polisi bisa secepatnya menangkap pelaku.

    Nurendi menduga para pelaku merupakan orang yang sudah menguasai area tersebut. "Kami meminta kepada pelaku agar segera menyerahkan diri," katanya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.