TNI: Evakuasi Korban Asap Tergantung Pemda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persiapan jelang keberangkatan Kapal Perang KRI TNI AL untuk membantu korban asap di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 23 Oktober 2015. TEMPO/Albert Agung Bagus

    Persiapan jelang keberangkatan Kapal Perang KRI TNI AL untuk membantu korban asap di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 23 Oktober 2015. TEMPO/Albert Agung Bagus

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal Fransen G. Siahaan mengatakan koordinasi bantuan armada TNI untuk mengevakuasi korban kabut asap akibat kebakaran hutan bergantung pada keputusan pemerintah daerah. Menurut dia, tiga kapal perang yang dikirimkan TNI Angkatan Laut saat ini sudah siap untuk mengevakuasi korban asap di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

    "Semua sudah siap, dan sekarang bergantung pada kebijakan pemerintah daerah," katanya setelah upacara pelepasan seribu personel TNI pengganti bantuan personel tangani asap di Taxy Way Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2015.

    Fransen mengatakan saat ini tiga kapal perang yang sudah disiapkan TNI adalah KRI Banda Aceh, KRI Teluk Jakarta, dan satu kapal Rumah Sakit Dr Soeharso. Tiga kapal itu sudah berlabuh di Banjarmasin. "Sekarang posisinya sudah di Banjarmasin jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk evakuasi," ujar Fransen.

    Namun Fransen mengatakan, hingga saat ini, belum ada permintaan dari pemerintah daerah untuk melakukan evakuasi korban kabut asap akibat kebakaran hutan. Selain itu, dia mengatakan, dalam penanganan kabut asap, TNI sudah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. “Kami sudah melihat masifnya bencana asap di Kalimantan Tengah dan provinsi lain.”

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.