BMKG: November, Hujan Guyur Daerah Kabut Asap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap yang pekat membuat suasana Kota Pekanbaru gelap dan menguning, 23 Oktober 2015. BMKG Pekanbaru mendeteksi kemunculan titik panas di Riau mencapai 45 titik. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kabut asap yang pekat membuat suasana Kota Pekanbaru gelap dan menguning, 23 Oktober 2015. BMKG Pekanbaru mendeteksi kemunculan titik panas di Riau mencapai 45 titik. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan hujan akan mulai turun di wilayah-wilayah yang terpapar kabut asap. Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG Edwin Arya, hujan yang mulai membasahi Riau masih akan turun pada hari-hari berikutnya. "Prediksi akhir Oktober akan mulai masuk musim hujan," kata Edwin saat dihubungi pada Selasa, 27 Oktober 2015.

    Prediksi Edwin, pada November ini, seluruh Indonesia diperkirakan akan mulai memasuki musim hujan, meskipun Indonesia masih terancam dengan adanya El Nino—yang baru akan berakhir April tahun depan, itu tidak mempengaruhi datangnya musim hujan di Indonesia.

    Ketika ditanya apakah perlu mengadakan rekayasa cuaca untuk menghadapi El Nino, Edwin mengatakan tidak. "Enggak ada itu, menghadapi El Nino enggak butuh itu," ucapnya.

    Menurut Edwin, selain Riau, beberapa wilayah di Kalimantan juga semalam sudah mulai diguyur hujan. Edwin menjelaskan bahwa musim hujan memang akan terjadi dari wilayah barat Indonesia terlebih dulu. "Dari barat, lalu menyebar ke arah tenggara," ujarnya.

    BMKG sendiri memiliki cara untuk mengumumkan kepada masyarakat, apakah musim hujan telah datang atau tidak. Selama tiga kali sepuluh hari, curah hujan yang turun di kota-kota tersebut harus memiliki curah hujan sebanyak 50 milimeter. "Jadi dipantau selama sepuluh hari, lalu sepuluh hari berikutnya apakah sama curah hujannya. Kalau sama, baru diumumkan bahwa musim hujan telah datang," tuturnya.

    Untuk Pulau Jawa sendiri, musim hujan diprediksi akan datang sekitar minggu kedua pada bulan November, dan wilayah pertama yang akan menghadapinya adalah wilayah-wilayah pegunungan. "Baru terakhir ke wilayah pantai utara," ia menambahkan.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.