Kabut Asap, Alat Pembersih Udara Ini Cuma Rp 1 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar berjalan di depan gedung sekolah yang diselimuti kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Berdasarkan data BMKG, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangkaraya menunjukkan konsenrasi partikulat PM10 mencapai angka 1917.22 mikrogram per meter kubik, sementara batas berbahaya berada di angka 350. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pelajar berjalan di depan gedung sekolah yang diselimuti kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Berdasarkan data BMKG, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangkaraya menunjukkan konsenrasi partikulat PM10 mencapai angka 1917.22 mikrogram per meter kubik, sementara batas berbahaya berada di angka 350. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Balikpapan - Pusat Pengendalian Pembangunan Pengembangan Ekoregion Kalimantan menguji alat pembersih udara sederhana guna mengatasi polusi udara akibat asap kebakaran hutan.

    Alat sejenis mesin pembersih udara modern ini disinyalir mampu menurunkan kadar partikulat matter polusi udara di Kalimantan.

    “Kami sedang kembangkan alat sederhana pembersih udara di Kalimantan,” kata Kepala Bidang Evaluasi dan Tindak Lanjut P3E Ekoregion Kalimantan Sasmita Nugroho di Balikpapan, Senin, 26 Oktober 2015.

    Sasmita mengatakan alat pembersih udara sederhana ini merupakan kreasi Rahman Adi, seorang pembuat alat-alat unik. Rahmad Adi terinspirasi alat serupa yang dibuat warga Cina untuk mengurangi tingginya kadar polusi di Beijing dan sekitarnya.

    Alat pembersih udara ini, kata Sasmita, diharapkan mampu menurunkan kadar partikulat matter asap kebakaran hutan Kalimantan hingga angka 100.

    Asap kebakaran hutan di Kalimantan Tengah membuat angka partikulat matter mencapai titik 3 ribu atau jauh melampaui ambang batas sehat di titik 300. “Partikulat matter hingga angka 3.000 sudah membahayakan nyawa manusia. Imbasnya adalah plek paru-paru hingga kanker paru-paru,” tuturnya.

    Uniknya lagi, Sasmita mengungkapkan alat pembersih udara ini maksimal berharga Rp 1 juta per unit. Pembuatannya hanya memanfaatkan kipas angin biasa, yang dilengkapi berbagai alat penyaring udara dan terdiri atas unsur prefilter, bioGS HEPA filter, charcoal based activated carbon filter, dan negative ion generator.

    Sasmita berencana membawa alat pembersih udara sederhana ini untuk menjalani uji coba di Palangkaraya dalam pekan mendatang. Dia akan menyiapkan suatu ruangan seluas 100 meter persegi yang disebut dengan nama rumah oksigen. “Kami akan membuat lima alat pembersih udara untuk ditempatkan di rumah oksigen,” ujarnya.

    Sasmita berharap alat ini benar-benar berfungsi membersihkan udara akibat kebakaran hutan. Saat alatnya berfungsi, dia mengaku akan mengajarkan teknik pembuatan alat pembersih udara sederhana ini pada masyarakat di Kalimantan dan Sumatera.



    SG WIBISONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.