Baterai Bertenaga Surya di Tuban Marak Dicuri, Harganya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Surya Sebagai Pengganti Gas LPGLima mahasiswa Program Studi Teknologi Jaringan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membuat sebuah inovasi pengganti sumber energi Gas LPG. Alat yang dinamakan I-CLOUDER (Integrated Carts Local Food and Microcontroller ) ini memanfaatkan tenaga surya untuk sumber energinya.(Komunika Online)

    Tenaga Surya Sebagai Pengganti Gas LPGLima mahasiswa Program Studi Teknologi Jaringan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membuat sebuah inovasi pengganti sumber energi Gas LPG. Alat yang dinamakan I-CLOUDER (Integrated Carts Local Food and Microcontroller ) ini memanfaatkan tenaga surya untuk sumber energinya.(Komunika Online)

    TEMPO.CO, TubanDinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengeluhkan maraknya pencurian baterai tenaga surya di beberapa titik di pinggir jalan, sepanjang tahun 2015 ini. Selain kerugian mencapai lebih dari Rp 100 juta, juga membuat fasilitas umum seperti penerang jalan dan lampu lalu lintas ini, jadi tak berfungsi.

    Baterai tenaga surya yang hilang berada di beberapa kecamatan di Tuban. Di antaranya di Kecamatan Kenduruhan, Jatirogo. Juga di beberapa titik di pinggir pantai utara, mulai dari Kecamatan Kota, Jenu, Tambakboyo hingga di Kecamatan Bancar.

    Pencurian baterai tenaga surya diduga dilakukan malam hari dan sudah direncanakan. Harga baterai tenaga surya Rp 10 juta perunitnya dan sudah lebih dari 10 unit yang hilang. Itu belum termasuk perangkat lain, di antaranya asesoris di lampu penerang dan lampu lalu lintas.

    Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tuban, Choliq Qunnasich kasus pencurian perangkat tenaga surya ini sudah cukup lama. Dampaknya cukup besar, yaitu tidak berfungsinya perangkat tersebut untuk fasilitas umum. Padahal, perangkat penerangan ini menjadi vital terutama di jalan-jalan besar, juga perbatasan. ”Ini mengkhawatirkan,” ujarnya pada Tempo Senin 26 Oktober 2015.

    Dia menambahkan, jika satu baterai harganya Rp 10 juta, maka yang hilang 10 unit sudah Rp 100 juta. Padahal, itu belum termasuk alat-alat lain yang sejenis dengan baterai dan harganya juga mahal. “Angka kerugiannya beberapa lipat dari Rp 100 juta,” imbuhnya.

    Choliq menyebutkan, pihaknya telah melakukan pendataan ulang di 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban. Terutama fasilitas umum yang berkaitan dengan teknologi tenaga surya. Terutama di lokasi perbatasan, perempatan jalan, dan tempat-tempat strategis yang dipasang perangkat ini.

    Nantinya, lanjut Choliq, hasil pendataan fasilitas umum di lapangan, akan dipetakan. Kemudian juga akan dirapatkan untuk mencari jalan keluar atas kasus pencurian ini. Apalag masalah ini sudah cukup lama sehingga harus ada upaya lebih tepat.

    Sementara itu juru bicara Kepolisian Resort Tuban Ajun Komisaris Polisi Elis Suendayanti mengatakan, hingga kini belum mengetahui soal laporan kasus pencurian baterai tenaga surya. ”Ya, nanti kita ceknya dahulu,” ujarnya singkat kepada Tempo Senin 26 Oktober 2016.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.