Kabut Asap, Bandara Minangkabau Kembali Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia Airbus 330 lepas landas membawa calon haji kloter pertama embarkasi Padang, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman, Sumbar, Selasa (10/9).  Sebanyak 369 calon haji kloter pertama dari kabupaten Tanah Datar, Padangpanjang, dan Padang, berangkat menuju Jeddah didampingi lima orang petugas. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Pesawat Garuda Indonesia Airbus 330 lepas landas membawa calon haji kloter pertama embarkasi Padang, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman, Sumbar, Selasa (10/9). Sebanyak 369 calon haji kloter pertama dari kabupaten Tanah Datar, Padangpanjang, dan Padang, berangkat menuju Jeddah didampingi lima orang petugas. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Padang - Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, yang tadi pagi sempat lumpuh akibat kabut asap kini sudah berangsur normal. Jarak pandang di Bandara yang tadi pagi hanya 700 meter kini sudah membaik.

    “Jarak pandang sudah mencapai 900 meter," kata General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau, Yayan Hendrayani di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin 26 Oktober 2015.

    Gangguan di Bandara Minangkabau terjadi mulai sekitar pukul 6.00 WIB akibat kabut asap. Akibatnya penerbangan mengalami delay dan beberapa pesawat terpaksa gagal mendarat. Ketiga pesawat tersebut adalah Lion Air 231 dari Medan, Air Asia 403 dari Kuala Lumpur, dan Garuda Indonesia 160 dari Jakarta.

    Menurut Yayan, jarak pandang di Bandara Minangkabau mulai membaik sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah dipastikan jarak pandang sudah aman, otoritas bandara kembali membuka penerbangan.

    Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Bandara Internasional Minangkabau Budi Iman mengatakan kabut asap masih menyelimuti kawasan Sumatera Barat. Namun dia mengatakan jarak pandang sudah mencapai 900 hingga 1000 meter.

    Menurut Budi, berdasarkan prakiraan cuaca hari ini tak ada potensi turun hujan di Sumatera Barat. "Clear. Tidak ada awan. Hujan hanya berpotensi di Pasaman Barat bagian utara.” katanya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.