Arzetti Blakblakan Soal Heboh Bareng Dandim Sidoarjo di Hotel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris cantik Arzetti Bilbina yang merupakan anggota Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberi sambutan dikawasan Kanal Banjir Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, (9/4). Arzetti mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif dari PKB untuk daerah pemilihan Jawa Timur 6. Tempo/Fardi Bestari

    Aktris cantik Arzetti Bilbina yang merupakan anggota Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberi sambutan dikawasan Kanal Banjir Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, (9/4). Arzetti mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif dari PKB untuk daerah pemilihan Jawa Timur 6. Tempo/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Sosial Dewan Perwakilan Rakyat, Arzetti Bilbina Huzaimi, membantah kabar yang menyebut dia digerebek bersama perwira menengah TNI Angkatan Darat di sebuah hotel di Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. "Ndak benar itu, Mas. Itu hoax," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu kepada Tempo, Senin, 26 Oktober 2015.

    Meski demikian, ketika ditanya hubungannya dengan perwira menengah tersebut, Arzetti mengaku tidak ada masalah bila dia bertemu dengan pria itu. "Sidoarjo kan masuk dapil (daerah pemilihan) saya," ucapnya.

    BACA: Arzetti dan Dandim Sidoarjo Digerebek di Hotel, Ini Kata TNI AD

    Arzetti menjadi anggota DPR lewat mekanisme pergantian antarwaktu menggantikan Imam Nahrowi, yang diangkat menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    Arzetti dikabarkan digerebek bersama Komandan Komando Distrik Militer Letnan Kolonel Kavaleri Rizki Indra Wijaya di Hotel Arjuna, Lawang, Kabupaten Malang, pada Minggu, 25 Oktober 2015, sekitar pukul 14.00. Arzetti saat dikonfirmasi membantah ihwal pertemuan itu.

    BACA: Dituduh Bareng Arzetti di Hotel, Dandim Sidoarjo Buka Suara

    Sempat beredar kabar, pada Minggu, 25 Oktober 2015, sekitar pukul 13.30 WIB, Detasemen Polisi Militer Divisi Infanteri II mendapat telepon dari Letnan Kolonel Pasukan Khas Dicky yang meminta bantuan untuk menyelidiki dugaan perselingkuhan yang dilakukan Rizki dengan Arzetti di Hotel Arjuna.

    Penggerebekan itu juga konon dilakukan atas sepengetahuan suami Arzetti, Aditya Setiawan Wicaksono atau Didit, yang merupakan anak seorang purnawirawan perwira tinggi TNI.

    BACA: Arzetti Bilbina, Dandim Sidoarjo, dan Awal Pertemuan Itu

    Setelah mendapat laporan, Wakil Komandan Denpom Divif II Komando Strategis Angkatan Darat Kapten Corps Polisi Militer Sandri dan Kapten CPM Prana bertemu dengan Sersan Kepala Arifin, anggota staf Intel Yon Paskhas Malang, yang sudah di lokasi kejadian. Kemudian sekitar pukul 14.30, terjadi penggerebekan. Mereka mendapati Rizky bersama Arzetti di sebuah kamar.

    Keduanya lantas dibawa ke Markas Denpom Divif II. Tidak lama kemudian, suami Arzeti, Didit Setiawan, datang. Dari hasil koordinasi Asisten Intelijen Kodam V/Brawijaya dan Denpom V/3 Malang, Rizky, Arzetti, dan Didit dibawa ke Markas Denpom V/3 Malang untuk diperiksa.

    BACA: Heboh Arzetti & Dandim Sidoarjo, Sahabat: Dia Wanita Salihah

    Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal M. Sabrar Fadhilah membenarkan penggerebekan terhadap Rizki dan Arzetti. Keduanya diduga berselingkuh di Hotel Arjuna. "Peristiwanya benar. Tapi saya kira kita patut mengedepankan asas praduga tak bersalah," kata Fadhilah kepada Tempo, Senin, 26 Oktober 2015.

    Fadilah berujar, peristiwa tersebut terjadi pada 25 Oktober 2015. Kasusnya saat ini sedang diproses penyidik internal TNI AD. "Sekarang dalam proses pemeriksaan, apakah yang disangkakan itu betul atau tidak," ucapnya. "Kalau memang terjadi kesalahan, tentu akan ada hukuman dan sanksi."

    NUR HADI | FRISKI RIANA

    BACA JUGA
    Wawancara Jokowi: Terungkap, Ini Pukulan Terberat Presiden

    Video dari Helikopter: Marquez Sundul Kaki Rossi Lalu Jatuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.