Pawai Persib, Polisi Tangkap Bobotoh Pemalak Warga Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan bobotoh melakukan konvoi saat pawai perayaan kemenangan Persib Bandung pada Final Piala Presiden 2015 di Cimahi, 25 Oktober 2015. Pekan lalu, Persib berhasil merebut kemenangan atas Sriwijaya pada final yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Ribuan bobotoh melakukan konvoi saat pawai perayaan kemenangan Persib Bandung pada Final Piala Presiden 2015 di Cimahi, 25 Oktober 2015. Pekan lalu, Persib berhasil merebut kemenangan atas Sriwijaya pada final yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung-Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menangkap salah satu oknum Bobotoh Persib yang kedapatan memalak warga, yang mengemudikan mobil berpelat nomor B saat pawai kemenangan Persib kemarin. Selain menangkap oknum yang melakukan tindak pidana, polisi pun menjaring ratusan sepeda motor Bobotoh yang menggunakan knalpot bising.

    "Hasil pawai kemarin, kami telah menindak ratusan Bobotoh yang melanggar aturan dan melakukan pemerasan terhadap warga," ujar Wakil Kepala Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Polisi Gatot S. kepada wartawan di kantornya, Senin, 26 Oktober 2015.

    Ratusan Bobotoh yang terjaring razia tersebut, di antaranya telah melanggar aturan lalu-lintas, seperti menggunakan knalpot bising, tidak menggunakan helm, dan berboncengan lebih dari dua orang. Selain itu, polisi pun menahan oknum Bobotoh yang kedapatan sedang mabuk dan membawa senjata tajam. "Kalau yang kriminal akan diproses secara hukum. Kami menahan dua orang pelaku pemerasan," kata dia.

    Menurutnya, razia yang dilakukan polisi kemarin dilakukan sejak siang hari sebelum pawai berlangsung. Meski pawai dimulai di wilayah Kabupaten Bandung Barat pada pukul 13.00, ribuan Bobotoh sudah bergerombol memadati ruas jalan di wilayah Kota Bandung. "Para Bobotoh yang melanggar kami tahan satu hari," ujar dia.

    Atas kelakuan oknum Bobotoh yang merusak acara pawai kemenangan tersebut, pihak Pemkot Bandung dan kepolisian akan melakukan evaluasi. Hasil evaluasi akan menentukan apakah bakal ada perayaan serupa apabila Persib menjuarai kompetisi.

    Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan isyarat untuk tidak lagi memfasilitasi pawai dan arak-arakan skuad Persib Bandung jika pada tahun-tahun berikutnya, tim berjuluk Maung Bandung ini kembali menyabet gelar juara. Pasalnya, pada saat pesta kemenangan Persib Bandung Ahad, 25 Oktober 2015 kemarin, masih banyak Bobotoh yang melakukan pelanggaran dan mengganggu kenyamanan warga.

    "Kita akan evaluasi dari kepolisian. Kalau tidak ada rekomendasi lagi, sesuai dengan komitmen saya, parade seperti ini tidak usah ada lagi karena sebagian besar Bobotoh tidak dewasa, belum bisa menaati imbauan aturan sederhana dan merugikan orang lain," kata Ridwan Kamil di Sekolah Santo Aloysius, Batununggal Permai, Kota Bandung, Senin, 26 Oktober 2015.

    Sebagai gantinya, Ridwan Kamil akan mencari bentuk perayaan lain dalam merayakan gelar juara. "Kita cari format-format perayaan yang tetap menyentuh warga secara visual, tapi belum ketemu rumus kreatifnya," katanya.

    Ridwan Kamil mengaku banyak menerima aduan terkait dengan gangguan dari Bobotoh. Tapi, gangguan justru berasal dari daerah yang tidak dilewati oleh konvoi Tim Persib Bandung. Dia menuduh, Bobotoh dari luar Kota Bandung yang membuat gaduh. "Setelah saya monitor, komplain-komplain lebih banyak di Bandung timur yang tidak ada pawai. Diduga, Bobotoh datang dari luar Kota Bandung, Priangan Timur," ujarnya.



    IQBAL T. LAZUARDI S. | PUTRA PRIMA PERDANA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.