JK Perintahkan Salat Minta Hujan di Senayan pada Minggu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ulama memimpin salat Istisqa berjamaah bersama Mahasiswa di depan jembatan Ampera, Palembang, 20 September 2015. Aksi salat meminta hujan ini dilakukan guna mengusir kabut asap dari kebakaran lahan yang te

    Seorang ulama memimpin salat Istisqa berjamaah bersama Mahasiswa di depan jembatan Ampera, Palembang, 20 September 2015. Aksi salat meminta hujan ini dilakukan guna mengusir kabut asap dari kebakaran lahan yang te

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan menggelar salat meminta hujan atau istiska secara nasional agar kebakaran hutan segera padam. Hal ini diusulkan para ulama kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    "Pak JK setuju. Ia sudah koordinasikan dengan Majelis Ulama Indonesia," ujar juru bicara Wakil Presiden, Husain Abdullah, di Kantor Wakil Presiden, Senin, 26 Oktober 2015.

    Usul tersebut disampaikan para ulama yang dipimpin KH Hasyim Muzadi ketika mendatangi kantor Jusuf Kalla pagi tadi. Salat, ucap Husain Abdullah, akan digelar pada Minggu di parkir timur Senayan. "Diadakan di parkir timur supaya bisa lebih banyak yang datang," tuturnya.

    Selain itu, pemerintah mengimbau salat minta hujan dilakukan di daerah agar hujan segera turun. Kekeringan tahun ini yang diakibatkan El Nino  jauh lebih panjang dibanding pada 1997. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan hujan akan turun pada minggu ketiga Oktober. Namun, hingga kini, hujan tak kunjung turun.

    Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia juga pernah menyerukan kepada umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan salat istisqa. Menurut MUI, pelaksanaan salat istisqa hendaknya didahului puasa tiga hari, memperbanyak istigfar, berperilaku sopan-santun, berkehidupan sederhana, dan memohon doa.

    MUI juga menyerukan agar umat Islam di Indonesia bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT dari segala macam maksiat, meninggalkan perilaku zalim, memperbanyak sedekah, dan mengakhiri permusuhan.

    Kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap telah berlangsung sekitar dua bulan di beberapa daerah, seperti Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi. Kualitas udara di daerah tersebut berada pada level sangat berbahaya bagi kesehatan.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.