Kabut Asap Berbahaya, Sekolah di Jambi Pulangkan Siswa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap tebal menyelimuti pertandingan sepak bola di Pulau Mentaro, Muaro Jambi, Sumatera, 15 September 2015. Asap tebal akibat kebakaran hutan telah menyelimuti berbagai kota di Sumatera dan Kalimantan, hingga beberapa negara tetangga. REUTERS/Beawiharta

    Asap tebal menyelimuti pertandingan sepak bola di Pulau Mentaro, Muaro Jambi, Sumatera, 15 September 2015. Asap tebal akibat kebakaran hutan telah menyelimuti berbagai kota di Sumatera dan Kalimantan, hingga beberapa negara tetangga. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi mengumumkan ke setiap sekolah agar segera memulangkan para muridnya karena indeks standar pencemaran udara (ISPU) meningkat secara drastis. Menurut data yang ada, angkanya mencapai 400, yang berarti sangat berbahaya.

    "Kita sudah meminta semua sekolah segera memulangkan muridnya, mengingat kondisi ISPU sudah sangat berbahaya bagi kesehatan. Sebelumnya di angka di bawah 200, tapi sejak pagi tadi melonjak mencapai level 400," kata juru bicara Pemerintah Kota Jambi, Abubakar, kepada Tempo, Senin, 26 Oktober 2015.

    Menurut Abubakar, para guru diharapkan memberi pekerjaan rumah sebelum memulangkan murid. Dalam sepekan terakhir, sekolah di Kota Jambi belajar seperti biasa karena kondisi udara lumayan lebih baik.

    "Kini Pemerintah Kota Jambi sedang melaksanakan rapat untuk membicarakan soal upaya evakuasi warga. Rencana awal para warga, terutama anak-anak, manula, dan ibu hamil akan diungsikan ke rumah dinas Wali Kota Jambi," tuturnya.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jambi Arif Munandar mengatakan kabut asap kiriman berasal dari Sumatera Selatan.  

    Jarak pandang di Kota Jambi sejak pagi hingga siang pada hari ini hanya 150-200 meter.

    "Ya harus gimana lagi, inilah kondisi yang ada, titik panas di Provinsi Jambi berdasarkan pantauan Satelit NOAA hanya satu titik," katanya.

    Berdasarkan pantauan Tempo, semua murid sudah sejak pukul 10.00 WIB dipulangkan, tapi sebagian besar tidak memakai masker.

    "Kami sudah malas dan bosan pakai masker, habis sudah tiga bulan terakhir kondisi tidak kunjung membaik. Kami heran, apakah pemerintah tidak mampu mengatasi semua ini?" ucap salah seorang murid Sekolah Menegah Atas Negeri 5 Kota Jambi, Intan P., kepada Tempo.

    SYAIPUL BAKHORI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...