Dipanggil Pansus Pelindo II DPR, Rizal Ramli dan Rini Absen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Waseso dalam sidang Pansus Pelindo II, di Gedung DPR, 20 Oktober 2015. TEMPO/Mawardah Hanifiyani

    Budi Waseso dalam sidang Pansus Pelindo II, di Gedung DPR, 20 Oktober 2015. TEMPO/Mawardah Hanifiyani

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Pansus Pelindo II, Aziz Syamsuddin, mengatakan hari ini ada perubahan agenda di Pansus. Sebelumnya, Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli dijadwalkan akan memberikan keterangan di Pansus tersebut.

    "Ibu Rini seharusnya hari ini. Cuma beliau kirim surat berhalangan hadir. Begitu juga Rizal Ramli, harusnya hari ini tapi beliau ada agenda Kementerian," kata Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Senin, 26 Oktober 2015.

    Karena berhalangan hadir, Tim Pansus Pelindo II mengaku akan mengatur ulang agenda mereka untuk mendatangkan dua menteri tersebut terkait dengan keterlibatannya dalam perusahaan pelat merah PT Pelindo II.

    Meski begitu, agenda Pansus Pelindo II hari ini tetap berjalan dengan menghadirkan mantan direksi perusahaan yang dipimpin RJ Lino tersebut. Mereka adalah Dian M.Noer selaku mantan Direktur Keuangan, M. Iqbal selaku mantan General Manager, Gunadi selaku mantan anggota Komisaris, Cipto Pramono selaku mantan Direktur Sumber Daya Manusia, dan Kirnoto yang merupakan mantan Ketua Serikat Pekerja di PT Pelindo II.

    Saat ini Pansus Pelindo II terus menggali bukti dan fakta terbaru mengenai dugaan korupsi dan penyelewengan anggaran negara di perusahaan pelabuhan tersebut. Sebelumnya, mantan Kepala Badan Reserse kriminal yang saat ini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Budi Waseso, dan mantan  Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigadir Jenderal Victor Simanjuntak juga telah menghadiri rapat Pansus Pelindo II.

    Dalam kesaksiannya, mereka menunjukkan bukti-bukti adanya praktek korupsi di PT Pelindo II, seperti pengadaan 10 mobile crane yang menyalahi prosedur dan merugikan negara hingga Rp 45 miliar lebih, pembangunan Terminal Koja yang disinyalir telah menghabiskan anggaran negara hingga Rp 270 miliar, serta tindakan penyelewengan lain yang saat ini masih terus digali anggota Pansus.

    DESTRIANITA K


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.