Setya Novanto: Pencabutan Izin Lahan Sawit Harus Dikaji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto dan arlojinya. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Ketua DPR Setya Novanto dan arlojinya. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto meminta pemerintah mempertimbangkan pencabutan izin perkebunan sawit. Menurut dia, perkebunan kepala sawit bisa menjadi penopang ekonomi di tengah perlambatan ekonomi dunia.

    "Harus sadar bahwa Sawit ini merupakan salah satu faktor penguat ekonomi," kata Setya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2015.

    Setya menganggap pencabutan izin industri kepala sawit tidak bisa disamaratakan. Menurut dia, banyak pengusaha kelapa sawit yang sudah melakukan tindakan pencegahan. Setya meminta pemerintah hanya mengevaluasi pengusaha kelapa sawit yang tak melakukan pencegahan kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap. “Ini yang harus ditindak setegas-tegasnya,” katanya.

    Selain itu, Setya juga meminta agar pemerintah melakukan pembinaan secara ketat agar kejadian kebakaran hutan dan kabut asap tidak terulang.

    Sementara itu, Kepala Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Eka W. Soegiri mengatakan sudah tak ada lagi izin baru untuk pengelolaan lahan gambut bagi perusahaan pengelola perkebunan. Hal ini tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut yang menutup izin pengolahan gambut.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.