Kabut Asap, 56 Pesawat Batal Terbang di Bandara Pekanbaru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap yang pekat membuat suasana Kota Pekanbaru gelap dan menguning, 23 Oktober 2015. BMKG Pekanbaru mendeteksi kemunculan titik panas di Riau mencapai 45 titik. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kabut asap yang pekat membuat suasana Kota Pekanbaru gelap dan menguning, 23 Oktober 2015. BMKG Pekanbaru mendeteksi kemunculan titik panas di Riau mencapai 45 titik. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Sebanyak 56 penerbangan diputuskan untuk dibatalkan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, lantaran landasan pacu tertutup asap. Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti sejumlah wilayah Riau.

    Duty Manager Bandara SSK II, Pekanbaru, Hasnan, menyebutkan kabut asap membuat jarak pandang di Pekanbaru menurun hingga radius 500 meter. Jauh di bawah ambang batas penerbangan. Menurut jadwal, Senin, 26 Oktober 2015, semestinya 76 penerbangan beroperasi.

    Namun 56 pesawat batal terbang lantaran kondisi cuaca tidak menentu akibat asap. Sedangkan 20 pesawat lainnya masih terjadwal. Adapun pesawat yang masih menjadwalkan terbang adalah Citilink, Lion Air, Batik Air, Silk Air, dan Malindo. "Itu pun tidak semua jadwal yang ada," katanya.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sugarin Widayat menyebutkan satelit Terra dan Aqua memantau 154 titik panas tersebar di dua wilayah Sumatera, yakni Sumatera Selatan 146 titik dan Jambi delapan titik. "Sedangkan Riau nihil titik panas," ujarnya.

    Sugarin menjelaskan, secara umum, kondisi cuaca wilayah Riau berawan disertai kabut asap. Peluang hujan dalam intensitas ringan tidak merata terjadi di Riau bagian tengah, timur, dan barat.

    Kabut asap yang mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah Riau membuat jarak pandang terbatas. Di Pekanbaru, jarak pandang menurun hingga 500 meter, Rengat 50 meter, Dumai 100 meter, dan Pelalawan 500 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.