Evakuasi Korban Asap, Tiga Kapal Perang Tiba di Banjarmasin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persiapan jelang keberangkatan Kapal Perang KRI TNI AL untuk membantu korban asap di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 23 Oktober 2015. TEMPO/Albert Agung Bagus

    Persiapan jelang keberangkatan Kapal Perang KRI TNI AL untuk membantu korban asap di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 23 Oktober 2015. TEMPO/Albert Agung Bagus

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Tiga Kapal perang milik Indonesia sudah bersandar di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut Haris Bima Bayuseto mengatakan ketiga kapal yang akan berada di Banjarmasin tersebut adalah KRI Banda Aceh-593, KRI Teluk Jakarta-541, dan KRI dr Soeharso.

    Menurut Haris Bima, dari ketiga kapal itu, hanya KRI dr Soeharso yang masih lego jangkar di Muara Sungai Barito. Bima mengaku tidak tahu apakah kapal itu membawa muatan 1.000 unit air purifier atau alat pembersih udara seperti yang dijanjikan pemerintah akan didistribusikan di Banjarmasin. “Saya enggak tahu apakah ada air purifier yang dibawa. Karena belum bongkar,” kata Bima, saat menyambut kedatangan kapal tersebut, Ahad malam kemarin.

    Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mengatakan sudah menyiapkan sembilan kapal perang untuk mengevakuasi korban kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera, Riau, dan Kalimantan. Kapal yang disiapkan juga memiliki mode berbeda.

    Untuk Kapal KRI Banda Aceh-593 dan KRI dr Soeharso merupakan kapal jenis landing platform dock (LPD), yakni kapal Rumah Sakit KRI. Dua kapal itu sebelumnya memang direncanakan menjadi tempat evakuasi korban kabut asap di Sumatera dan Kalimantan.

    Selain kapal perang, Angkatan Laut telah mengerahkan pasukan Korps Marinir untuk melakukan pemadaman pada titik-titik api di hutan yang terbakar. Pasukan Marinir masih berada di lokasi kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.