Kabut Asap, Rumah Sakit di Sumut Ini Tampung Banyak Pasien ISPA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pesepakbola PSMS Medan menggelar latihan dengan latar belakang kabut asap di Stadion Teladan Medan, Sumatera Utara, 23 Oktober 2015. Pesepakbola PSMS Medan mengaku latihan mereka terganggu kabut asap sehingga tidak maksimal. ANTARA FOTO

    Sejumlah pesepakbola PSMS Medan menggelar latihan dengan latar belakang kabut asap di Stadion Teladan Medan, Sumatera Utara, 23 Oktober 2015. Pesepakbola PSMS Medan mengaku latihan mereka terganggu kabut asap sehingga tidak maksimal. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Saleh Partaonan Daulay, melakukan kunjungan ke Desa Pidoli, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dalam lawatannya tersebut, Saleh menemukan fakta bahwa di Rumah Sakit Umum Daerah Madina sudah lebih dari 25 orang yang tercatat menjadi korban kabut asap akibat kebakaran hutan.

    “Kesadaran pemerintah daerah dan masyarakat masih belum ada. Hanya mereka yang dirawat di rumah sakit yang menyadarinya. Data korban tersebut belum termasuk yang sudah pulang,” katanya dalam keterangan tertulis, Ahad, 25 Oktober 2015.

    Dua puluh lima pasien tersebut dinyatakan dokter terkena penyakit gangguan pernapasan (ISPA), meski dengan diagnosis berbeda. Namun, menurut keterangan petugas medis, semua diagnosis itu berkenaan dengan gangguan pernapasan. “Saya melihat daftar pasien mereka selama seminggu terakhir, di sana jelas tergambar pasien itu banyak terkena gangguan pernapasan,” ujar Saleh.

    Meski begitu, Saleh menyatakan dia belum sempat berkunjung ke berbagai rumah sakit lain, mengingat di wilayah ini terdapat tujuh kabupaten/kota dengan tingkat polusi udara serupa. Ia juga menemukan banyak korban yang tidak ditanggung asuransi pemerintah.

    Padahal, kata Saleh, seharusnya para korban dibebaskan dari biaya pengobatan dan kebutuhan hidup keluarganya ditanggung negara. “Ini tidak berlebihan mengingat banyak kepala keluarga yang selama ini menghidupi keluarganya saat ini sedang dirawat di rumah sakit.”

    Melihat masifnya penyebaran penyakit akibat asap tersebut, Saleh meminta pemerintah mengambil langkah cepat dalam menangani korban. Pemerintah tidak boleh hanya melayani para korban di daerah kebakaran lahan dan hutan. Namun harus ada kebijakan agar semua korban akibat asap ditangani pemerintah.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.