Kabut Asap, 250 Warga Timika Kena Insfeksi Pernafasan Akut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan terparkir dan tidak malakukan aktivitas di bandara Internasional Moses Kilangin, Timika, Papua, 22 Oktober 2015. Bandara ini resmi ditutup sementara untuk aktivitas penerbangan baik pesawat berbadan lebar maupun pesawat perintis seiring makin tebalnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Mimika dengan jarak pandang dibawah 200 meter. ANTARA FOTO

    Sejumlah kendaraan terparkir dan tidak malakukan aktivitas di bandara Internasional Moses Kilangin, Timika, Papua, 22 Oktober 2015. Bandara ini resmi ditutup sementara untuk aktivitas penerbangan baik pesawat berbadan lebar maupun pesawat perintis seiring makin tebalnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Mimika dengan jarak pandang dibawah 200 meter. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jayapura - Kabut asap di Kabupaten Mimika menyebabkan 250 warga di Timika terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).  "Itu data yang diterima dari rumah sakit di Mimika,” kata Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Mimika, Yulianus Sasarari, Minggu, 25 Oktober 2015.

    Menurut Yulianus, pemerintah daerah membagikan 15 ribu masker kepada warga. Langkah itu dilakukan karena  saat ini, kabut asap sudah di level berbahaya, yakni pada level plus 2 berdasarakan data BMKG Mimika.

    “Sejak Kamis, 22 Oktober 2015,  katanya, seluruh aktivitas pemerintahan dan sekolah diliburkan hingga Selasa, 27 Oktober 2015. Jika asap masih ada, ujarnya, kemungkinan diperpanjang.

    TNI AU telah mengerahkan dua unit pesawat Hercules untuk membantu mengatasi masalah asap dan dampaknya di Timika. Dua unit pesawat ini membawa pasukan guna memadamkan titik api. Terutama yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Merauke dan wilayah selatan Papua.

    Menurut Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap, Brigjen TNI Supartodi, dua pesawat jenis Hercules diperbantukan untuk membantu maskapai penerbangan lainnya dalam mengangkut penumpang yang sebelumnya tertunda akibat kabut asap.

    “Sebanyak 100 prajurit TNI didroping dari Yonif 754 Timika ke Merauke," katanya. Mereka membantu memadamkan titik api dan memperkuat pasukan. Juga mengangkut warga yang akan keluar dari Timika dan sebaliknya, karena Hercules bisa terbang dalam jarak pandang minimal 200 meter.

    Sejak dua pekan lalu, sejumlah maskapai penerbangan di Timika menunda penerbangannya. Baik yang berangkat dari Timika, maupun yang akan masuk ke Bandara Mozes Kilangin, Timika. Hal ini karena jarak pandang di bandara hanya 1.500 meter.

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.