Bela Negara ala Muhammadiyah: Ada Lempar Pisau & Memanah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Tony Hartawan

    TEMPO/ Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Seratusan pemuda berpakaian loreng dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) berkumpul di Sekolah Menengah Kejuruan 3 Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Minggu pagi, 25 Oktober 2015.

    Mereka datang menggunakan bus dan puluhan kendaraan pribadi dari Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Pagi itu, Kokam menggelar apel akbar memperingati pencanangan program bela negara yang diluncurkan pemerintah.

    BERITA MENARIK

    Ahok: Apa Iya Saya Lecehin TNI?
    Terkuak, Rusia Pernah Ingin Lumatkan London dengan Bom Atom

    "Apel ini bentuk kesiapan pemuda Muhammadiyah sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melaksanakan program bela negara," ujar Iwan Setiawan, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta selaku pemimpin apel.

    Sejak Kokam dibentuk pada 1965, lembaga ini diproyeksikan menjadi elemen Muhammadyah yang khusus bergerak menjadi kekuatan untuk melindungi negara dari unsur yang dianggap merongrong. Seperti paham komunisme dan separatisme.

    Apel Kokam itu diisi berbagai acara. Selain mendatangkan pembicara Mayor Denny Kartika dari Komando Resor Militer 072/Pamungkas Kota Yogyakarta, acara juga diisi dengan kompetisi memanah dan lempar pisau antarkontingen dari kabupaten.

    RISMA TERSANGKA
    Ribut Risma Tersangka: 5 Hal Ini Mungkin Anda Belum Tahu
    'Bu Risma Tak Salah, Malah Tersangka, Ada Apa di Balik Ini'

    Darojat, Komandan Kokam se-DIY, menuturkan, aksi memanah dan lempar pisau bukan diadakan khusus menyambut pencanangan program bela negara. "Kegiatan itu sudah rutin, selalu dikompetisikan organisasi, tapi tujuannya bukan untuk persiapan perang."

    Panah dan lempar pisau menurut Darojat sebagai upaya melatih ketrampilan dan psikologis anggota agar siap menghadapi berbagai situasi. "Ini juga upaya menjalankan hadis, agar umat muslim menguasai bidang memanah, berenang, dan berkuda," ujarnya.

    Selanjutnya: Dalam memanah dan lempar pisau...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.