Jokowi ke Amerika, Benarkah Tak Bahas Freeport?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo . REUTERS/Beawiharta

    Presiden Joko Widodo . REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo bertolak ke Amerika Serikat sejak Sabtu 24 Oktober 2015. Presiden Jokowi memulai lawatannya dengan bertemu Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Washington DC, pada 26 Oktober 2015. Selama hingga 28 Oktober 2015, ada banyak agenda pertemuan. Isu yang beredar, salah satunya membahas soal kontra kerja sama dengan Freeport yang akan  berakhir pada 2019.

    Namun menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, tidak ada agenda pembahasan Freeport di Indonesia dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat.  "Menteri ESDM Sudirman Said tidak jadi berangkat, jadi tidak ada spekulasi mengenai Freeport,” kata Pramono seperti dikutip Tempo dari laman resmi Sekretaris Kabinet, Minggu 25 Oktober 2015.

    Pramono menegaskan itu saat menjawab wartawan saat mengantar keberangkatan Presiden Jokowi dari Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta, Sabtu 24 Oktober 2015 malam. Menurut Pramono, dalam kunjungan ke AS itu, Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan ke bagian barat dan bagian timur negara itu.

    Di bagian timur, jelas Pramono, secara resmi Presiden Jokowi akan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama, pimpinan parlemen, menteri dan kelompok pelobi, untuk membahas bagaimana peran Indonesia-AS dalam percaturan global.

    “Tentunya juga masalah yang menyangkut politik, ekonomi, kerja sama dan penandatanganan beberapa nota kesepahaman dan kerja sama bidang hankam, perhubungan dan macam-macam lainnya,” kata Pramono Anung.

    Sementara di bagian barat, lanjut Pramono, , Presiden Jokowi akan mengunjungi silicon valley untuk bertemu dengan pelaku usaha digital dan kreatif, kemudian bertemu dengan beberapa CEO mulai dari Google, Microsoft, Apple dan sebagainya.

    “Dua tempat ini, yang satu sangat formal dan lainnya informal. Jadi itulah memang yang jadi keinginan Presiden supaya ke AS ini tidak hanya kunjungan kenegaraan tetapi juga membahas persoalan kemajuan ekonomi kreatif dan digital kita,” ujar Pramono.

    WDA .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.