Lagi, Korban Asap Palangkaraya Mengungsi ke Banjarmasin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu menggendong dua anaknya tiba di rumah singgah di Banjarmasin usai di evakuasi Relawan Gerakatan Anti Kabut Asap (GAS) dari tempat tinggalnya di Palangkaraya Kalimantan Tengah, 22 Oktober 2015. GAS melakukan evakuasi tahap pertama kepada tujuh anak dan empat orangtuanya ke Kalimantan Selatan karena parahnya kabut asap di samping tidak tersedianya tabung oksigen. ANTARA FOTO

    Seorang ibu menggendong dua anaknya tiba di rumah singgah di Banjarmasin usai di evakuasi Relawan Gerakatan Anti Kabut Asap (GAS) dari tempat tinggalnya di Palangkaraya Kalimantan Tengah, 22 Oktober 2015. GAS melakukan evakuasi tahap pertama kepada tujuh anak dan empat orangtuanya ke Kalimantan Selatan karena parahnya kabut asap di samping tidak tersedianya tabung oksigen. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Gerakan Anti-Asap (GAS) Palangkaraya kembali mengevakuasi korban kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Rencananya, gelombang evakuasi tahap II ini membawa 26 orang yang terpapar kabut asap. Mereka terdiri atas enam warga Kota Palangkaraya dan 20 warga Mantangai Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

    Koordinator GAS, Kartika, mengatakan para korban asap gelombang II ini berangkat ke Banjarmasin secara terpisah. “Enam orang kemungkinan datang Minggu sore ini dan 20 orang lagi tiba malam hari,” kata Kartika di penampungan korban asap di Kompleks Banjar Indah Permai, Banjarmasin, Minggu, 25 Oktober 2015.

    Enam korban asap pada gelombang II, kata dia, akan ditempatkan bersamaan dengan sebelas korban asap yang lebih dulu tiba di Banjarmasin. Adapun 20 sisanya ditempatkan di rumah kontrakan di Jalan Kruing, Kompleks Banjar Indah Permai.

    Relawan di Kompleks Banjar Indah Permai, Inju Faiqotul Himmah, mengatakan rumah kontrakan kedua gratis, tidak dipungut biaya sewa oleh si pemilik rumah. Bahkan si pemilik rumah kontrakan pertama, kata Inju, hanya menerima 50 persen dari tarif awal Rp 1,5 juta per bulan. “Kontrakan yang kedua ini gratis. Kalau yang pertama, kami hanya bayar Rp 750 ribu, mungkin melihat ini faktor kemanusiaan,” ujar Inju.

    Sebagian mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat juga menaruh simpati atas penderitaan korban asap. “Kami berencana melakukan pendampingan untuk anak-anak. Kami ke sini lihat dulu ada berapa anak,” tutur seorang mahasiswa, Noor Wafa Rahmawati.

    Relawan GAS dan Pemuda Maju Bersama Banjarmasin sepakat menyewa rumah di Kota Banjarmasin untuk menampung para korban kabut asap asal Palangkaraya. Pada gelombang pertama, Kamis, 22 Oktober, sebelas jiwa korban asap asal Kota Palangkaraya tiba di rumah kontrakan di Jalan Agatis 92, Kompleks Banjar Indah Permai, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

    Saat ini, Banjarmasin menjadi kota tujuan paling aman menyusul kabut asap pekat yang terus menyelimuti Palangkaraya. Khusus anak-anak usia sekolah, Inju melanjutkan, belajar di TK Ceria dan PAUD Cahaya Ilmu. Pihaknya siap menampung korban-korban asap gelombang berikutnya jika berminat dievakuasi ke Banjarmasin.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.