Kabut Asap, 86 Ribu Warga Riau Terserang 5 Penyakit Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mesjid di pemukiman warga dikepung asap pekat kekuningan di kota Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015.  Akibat kabut asap, jarak pandang menurun hingga 200 meter. TEMPO/Riyan Nofitra

    Sebuah mesjid di pemukiman warga dikepung asap pekat kekuningan di kota Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Akibat kabut asap, jarak pandang menurun hingga 200 meter. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO , Pekanbaru: Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan masih pekat menyelimuti sejumlah wilayah Riau, akibatnya penderita penyakit paparan asap terus bertambah. Dinas Kesehatan Riau mencatat sebanyak 86.443 jiwa warga Riau jatuh sakit akibat asap.

    "Data penderita kami peroleh dari seluruh Puskesmas kabupaten/kota di Riau," Kata Kepala Dinas Riau Andra Sjafril, Sabtu, 24 Oktober 2015.

    Menurut Andra, paparan kabut asap mendatangkan lima jenis penyakit yang menyerang masyarakat. Kebanyakan warga Riau menderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 72.340 jiwa. Disusul iritasi kulit 5.302 jiwa, iritasi mata 4.187, asma 3.385, dan pneumonia 1.229 jiwa.

    Andra mengatakan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak asap terus dilakukan. Posko kesehatan dan pelayanan Puskesmas 24 jam di setiap kabupaten dan kota siaga setiap waktu. "Kami juga kerahkan puskesmas keliling untuk menemui warga terdampak asap," ujarnya.

    Menurut Andra, pelayanan kesehatan di posko kesehatan diberikan secara gratis untuk warga. Jika ditemukan kondisi darurat, warga dapat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad, Pekanbaru. "Biaya pengobatan gratis," tuturnya.

    Andra menuturkan, posko kesehatan terus dibuka selama Riau masih berstatus darurat pencemaran udara akibat asap. Sejauh ini, kebutuhan obat-obatan masih bisa terpenuhi. Walaupun, kata dia, stok obat untuk anak-anak sudah berkurang, terutama obat batuk. "Kami sudah ajukan tambahan obat-batan ke Kementerian Kesehatan," ujar Andra.

    Andra mengaku, pemerintah juga sudah menyiapkan dua gedung daerah sebagai tempat evakuasi warga terpapar asap. Dua ruangan adalah Balai Serindit, Rumah Dinas Gubernur Riau dan Gedung Serbaguna, Dinas Cipta Karya dan Bina Marga.

    Kualitas udara di sejumlah wilayah Riau kembali memburuk dengan indeks standar pencemaran udara berada pada angka 500 Psi atau berbahaya. "Kami sediakan tempat untuk evakuasi warga sesuai perintah Presiden Joko Widodo," katanya.

    Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan juga membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial masyarkat. Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru juga lumpuh, sekolah diliburkan, bahkan ribuan warga Riau jatuh sakit terpapar asap. Sejauh ini, belum ada kepastian bencana asap akan berakhir.

    RIYAN NOFITRA




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.