Jokowi Akan Pidato di Wadah Pemikir Dunia di Amerika Serikat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengepalkan tangannya saat berpidato usai pelantikan presiden di Gedung Parlemen, Jakarta, 20 Oktober 2014.  AP/Dita Alangkara

    Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengepalkan tangannya saat berpidato usai pelantikan presiden di Gedung Parlemen, Jakarta, 20 Oktober 2014. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana beserta rombongan  lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ-2, sore ini, pukul 17.45 WIB dari Bandara Halim Perdanakusuma, menuju Washington DC, Amerika Serikat. Jokowi akan melakukan kunjungan resmi selama lebih kurang lima hari di AS.

    Kunjungan resmi Presiden Jokowi yang merupakan undangan resmi Presiden AS Barack Obama ini, mengusung bertujuan meningkatkan kerjasama bilateral Indonesia-AS, utamanya di bidang perdagangan dan investasi, ekonomi digital dan kreatif, pengembangan toleransi, dan demokrasi.

    Selain bertemu Presiden Obama, Presiden Jokowi juga akan melaksanakan serangkaian pertemuan dengan pengusaha Amerika Serikat. Jokowi dijadwalkan untuk menyampaikan policy speech di Brooking Institute yang merupakan think thank (wadah pemikir) berpengaruh di dunia.

    “Dengan ini diharapkan akan mendorong investasi ke Indonesia yang manfaatnya akan dirasakan oleh rakyat Indonesia,” kata Jokowi, di Bandara Halim, Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2015

    Jokowi akan mendengar dan melihat langsung kisah sukses Amerika Serikat dalam membangun ekonomi digital dan kreatif. “Saya ingin rakyat Indonesia, khususnya dunia usaha nasional, dapat meningkatkan kualitas produksi dan daya saing dengan memanfaatkan teknologi,” kata Jokowi.

    Disamping itu, menurut Presiden Jokowi, pengembangan ekonomi digital dan kreatif, manfaatnya akan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di pedesaan.

    Tema kunjungan resmi Jokowi ke Amerika Serikat kali ini adalah “Mengembangkan Kemitraan Strategis untuk Perdamaian dan Kesejateraan Bersama". Tema ini memastikan kerja sama Indonesia dan Amerika bukan hanya dapat membawa kesejahteraan bagi rakyat di kedua negara namun juga akan memberi manfaat bagi stabilitas dunia.

    Meski berada di luar negeri, Jokowi tetap memantau perkembangan situasi dan kondisi di tanah air. Jokowi memberi instruksi kepada Wakil Presiden dan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta menteri-menteri terkait lainnya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam penangan kabut asap. “Padamkan api, hilangkan asap, dan segera bantu korban kabut asap,” kata Jokowi.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.