Kabut Asap, Pemerintah Pesan 7 Ribu Alat Pembersih Udara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peluncuran kapsul waktu sekaligus pemberian bantuan serta peninjauan gudang Bulog di Bengkulu, 12 Oktober 2015. TEMPO/Ester

    Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peluncuran kapsul waktu sekaligus pemberian bantuan serta peninjauan gudang Bulog di Bengkulu, 12 Oktober 2015. TEMPO/Ester

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan alat air purifier atau pembersih udara merupakan solusi alternatif yang praktis dan murah untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan. Menurut dia, alat ini bersifat fleksibel karena bisa dipasang di setiap rumah dan punya ketahanan hingga 10 tahun.

    “Pada dasarnya kalau air purifire ini bisa diproduksi masif dan bisa ditaruh rumah masing-masing. Toh ini hanya butuh pompa, tidak butuh kompreser kalau di rumah,” kata Menteri Khofifah di Banjarmasin, Sabtu 24 Oktober 2015.

    Menurut Khofifah satu mesin pembersih itu harganya hanya US$ 20 per unit. Kementerian Sosial saat ini sudah memesan 7 ribu unit mesin pembersih udara yang akan didistribusikan untuk tujuh titik pusat evakuasi yang tersebar di Pekanbaru, Jambi, Palembang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Samarinda.

    Khofifah mengatakan, dalam satu titik pusat evakuasi bisa terdapat beberapa penempatan. Dia mencontohkan di Kalimantan Tengah akan dibangun tujuh shelter pengungsian dengan pusatnya di Kota Palangkaraya.

    “Sekarang sudah ada tiga shelter, ada tambahan lagi empat titik. Semoga hari ini datang 1.000 air purifire,” ujar Kofifah.

    Adapun di Kalimantan Selatan, Khofifah mengatakan kementeriannya sudah menyiapkan dua titik shelter pengungsian, yaitu di Balai Besar Kementerian Sosial dengan kapasitas 370 jiwa dan di Panti Budi Luhur yang berkapasitas 300 orang. Kedua tempat itu kebetulan sudah dilengkapi pendingin ruangan.

    “Kami sudah siapkan dapur umum di lapangan, tangki air, dan mobil rescue,” kata Khofifah.

    Khofifah mengatakan evakuasi akan diutamakan untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Evakuasi tidak akan dengan cara mobiliasasi besar-besaran. Dia mengaku selain inspeksi saluran pernapasan, penyakit diare juga berpotensi bisa menyerang para korban kabut asap. “Sudah disiapkan kapal rumah sakit di Banjarmasin,” katanya.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.