Kabut Asap, Warga Riau Minta Obama Tolak Kedatangan Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mahasiswa Universitas Riau berunjuk rasa sebagai bentuk keprihatinan terhadap bencana kabut asap kebakaran lahan dan hutan, di Kota Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Mahasiswa menuntut Presiden Jokowi bersikap tegas dalam penegakan hukum pembakaran hutan. ANTARA/FB Anggoro

    Ratusan mahasiswa Universitas Riau berunjuk rasa sebagai bentuk keprihatinan terhadap bencana kabut asap kebakaran lahan dan hutan, di Kota Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Mahasiswa menuntut Presiden Jokowi bersikap tegas dalam penegakan hukum pembakaran hutan. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Riau marah mendengar kabar Presiden Joko Widodo bakal melawat ke Amerika Serikat pada 25 Oktober 2015. Padahal Indonesia saat ini mengalami bencana asap yang cukup hebat.

    Perwakilan masyarakat Riau, Yopi Pranoto, menilai kunjungan Jokowi sangat melukai hati rakyat yang saat ini tengah terpapar asap bencana kebakaran hutan dan lahan.

    Warga mengungkapkan kemarahannya dengan berkirim surat kepada Presiden AS Barack Obama agar menolak kedatangan Jokowi.

    "Kami sudah kirim surat itu via Pos," kata perwakilan masyarakat Riau, Yopi Pranoto, Sabtu, 24 Oktober 2015.

    Menurut Yopi, surat telah dikirim kepada Kepala Kedutaan Besar Amerika Serikat Robert O. Blake Jr., di Jakarta. Warga berharap kedutaan dapat meneruskan suratnya ke Presiden AS Barack Obama.

    "Kami meminta Obama semestinya menasehati Jokowi agar fokus menangani bencana kabut asap yang saat ini melanda Riau, Sumatera, dan Kalimantan," ujar Yopi.

    Berikut petikan suratnya:

    Yth Presiden USA Barack Obama di gedung putih,

    Semoga Tuhan memberkati anda dalam sepanjang waktu menjalankan tugas sebagai Presiden USA.

    Kami rakyat Indonesia. Berdasarkan jadwal resmi, Presiden Joko Widodo akan mengunjungi negara anda USA pada tanggal 25-28 Oktober 2015. Atas dasar kemanusiaan, kami berharap Bapak menolak kedatangan beliau dan memberikan saran terbaik untuk tetap fokus menyelesaikan permasalahan tentang bencana asap di negara kami.

    Sebagai informasi, bencana asap sudah bertahan selama 3 bulan ini dengan kandungan udara berbahaya tanpa penanganan yang berarti, PM 10 yang mencapai lebih dari 350 ugram/m3, itu hanya di Pekanbaru, Riau, Sumatera. Bahkan di Palangkaraya, Kalimantan, PM10 berada diantara 2000-3000 ugram/m3. Bisa anda bayangkan bagaimana kondisi udara disana. Di provinsi kami, tidak ada oksigen, sekolah diliburkan, listrik pun dimatikan. Lebih dari 70.000 orang terkena ISPA di Riau. Jika dijumlahkan seluruh Sumatera dan Kalimanatan mencapai 425.377 orang. Anak-anak yang tidak sekolah mencapai 4.437.371 orang. Berapa lama lagi kami harus menanggung ini.

    Demikianlah kondisi riil kami sekarang. Kami sangat berharap Bapak sebagai manusia yang baik memiliki kepedulian yang serius. Terimakasih atas waktunya telah bersedia membaca surat dari kami. Kami do'akan semoga Tuhan memberkati anda, keluarga anda dan negara yang anda pimpin.

    Atas nama Masyarakat Riau, Indonesia.

    RIYAN NOFITRA

    Baca juga:
    Skandal Suap: Terkuak, Ini Cara Dewie Limpo Bujuk Menteri
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah Sederet  Fakta Mengejutkan!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.