Kabut Asap, Helikopter Para Menteri Batal Mendarat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peta sebaran titik api di Indonesia, 21 Oktober 2015. geospasial.bnpb.go.id

    Peta sebaran titik api di Indonesia, 21 Oktober 2015. geospasial.bnpb.go.id

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Helikopter yang ditumpangi para menteri Kabinet Kerja yang awalnya hendak terbang ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, batal mendarat dan kembali ke Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, karena tebalnya kabut asap.

    "Sekarang rombongan ke Pulang Pisau naik bus," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa lewat pesan pendek, Sabtu, 24 Oktober 2015.

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengajak empat menteri Kabinet Kerja meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pulang Pisau.

    Luhut bersama rombongan naik helikopter menuju Pulang Pisau dari Bandara Syamsuddin Noor, Sabtu ini. Menteri yang ikut dalam rombongan adalah Menteri Sosial Khofifah, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Selain lima menteri tersebut, yang ikut dalam rombongan adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Budi Gunawan.

    Namun, karena tebalnya asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, empat helikopter, terdiri atas 2 helikopter milik TNI Angkatan Udara, 1 helikopter milik swasta, dan 1 helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), harus balik arah ke Banjarmasin.

    Para pejabat tersebut berada di Kalimantan untuk meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan serta melihat kesiapan evakuasi korban kabut asap.

    Sementara itu, BNPB menyatakan bencana asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan makin meluas. “Dari pantauan satelit Himawari, asap tipis sedang menutup Laut Jawa dan sebagian menuju Jakarta,” tutur Kepala Pusat Data Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat dikonfirmasi Tempo, Sabtu, 24 Oktober 2015.

    Bahkan, ujar Sutopo, sebaran kabut asap kian meluas ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Akibatnya, kualitas udara di Filipina, Malaysia, dan Singapura menurun. Sampai saat ini, pihaknya mengaku masih berusaha untuk mengatasinya dengan dibantu tim gabungan dari berbagai unsur.

    ANTARA | AVIT HIDAYAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.